PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak dahulu keindahan langit pada malam hari telah membangkitkan keingintahuan manusia tentang jagat raya. Sebagai refleksi, Dalam kisah Nabi Ibrahim As, beliau mencari pencipta langit dan bumi dengan merenungi ciptaan Allah yang ada di bumi dan di langit, hingga akhirnya beliau memahami bahwa di balik keindahan langit pada malam hari dan bergantinya siang dan malam tentulah ada pencipta yang maha agung yang mempunyai otoritas tunggal dalam penciptaannya. Dan ahli Astronomi mengelompokkan jagat raya dalam banyak pembahasan, diantaranya mulai tebentuknya jagat raya, terbentuknya galaksi, maupun planet-planet yang ada di dalamnya.
Menurut Trianto M.Pd manusia mempelajari Astronomi karena beberapa sebab. Banyak yang percaya bahwa apa yang terjadi di bumi terhadap bulan, bintang, matahari, planet dan yang lain telah dilakukan untuk menolong mereka mengatur kehidupan keseharian. Sebagian lagi, lebih berminat melihat dan merekam kejadian yang luar biasa untuk bukti sejarah seperti mencatat timbulnya satu bintang yang amat cerah dan kemudian hilang.
Terbentuknya jagat raya tidak lepas dari campur tangan Allah SWT, karena dia adalah pemilik langit dan bumi dan penguasa di dalamnya, dialah maha pencipta segala sesuatu sebagaimana tertera dalam Firman-Nya:
الحمد لله الذي خلق السماوات والأرض وجعل الظلمات والنور ثم الذين كفروا بربهم يعدلون
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang. Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan tuhan mereka (Qs. Al-An’am:1).
Di dalam pembahasan ini, penulis tidak akan membahas seluruh isi jagat raya, tetapi penulis akan menspesifikkan pembahasan ini ke dalam teori penciptaan bumi dalam perspektif islam dan barat, serta lapisan bumi dalam perspektif islam dan barat, serta rotasi dan revolusi bumi.
Dalam pembahasan bumi tentunya penulis akan membahas teori terciptanya jagat raya karena bumi merupakan bagian dari jagat raya. Tapi dalam pembahasan penulis akan membahas dengan dalil-dalil islam, serta perspektif penciptaan bumi dalam islam. Sebelum teori-teori Astronomi barat berkembang, serta di terima di kalangan masyarakat dunia. Islam sudah mengajarkan dalam kitab sucinya bahwa langit dan bumi diciptakan melalui kekuasaan Allah SWT, menurut islam bumi diciptakan melalui enam masa yang mana akan dibahas secara lengkap di pembahasan selanjutnya.
Pembahasan selanjutnya penulis akan membahas tentang struktur bumi menurut perspektif islam dan barat. Islam juga sudah mengajarkan kepada manusia tentang struktur bumi menurut hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh HR. Bukhori Muslim.
Dan pembahasan yang terakhir penulis akan membahas tentang rotasi dan revolusi bumi, rotasi dan revolusi bumi sangat berpengaruh besar dan positif dalam kelangsungan hidup manusia, dan perkembangannya. gerak rotasi dan revolusi mengakibatkan beberapa peristiwa yang akan di bahas secara lengkap di pembahasan selanjutnya,
B. Rumusan Masalah
1. Siapa pencipta dan pemilik langit dan bumi?
2. Apa saja teori yang menjelaskan tentang penciptaan bumi dan langit menurut sugesti islam dan barat?
3. Struktur bumi menurut islam dan ilmu pengetahuan barat?
4. Pengertian dan akibat dari rotasi dan revolusi bumi?
C. Tujuan
1. Mengetahui dengan pasti pencipta langit dan bumi.
2. Mengetahui teori-teori yang menjelaskan tentang penciptaan bumi dan langit menurut sugesti islam baik dari kitab suci islam (Al-Qur’an) ataupun dari pemikir-pemikir islam maupun teori ilmu pengetahuan barat.
3. Mengetahui struktur bumi dalam perpektif islam dan barat.
4. Mengetahui pengertian dan akibat yang ditimbulkan dari rotasi dan revolusi.
PEMBAHASAN
A. Siapa Pencipta Dan Pemilik Langit Dan Bumi?
Banyak ayat yang membahas tentang siapa pencipta dan pemilik langit dan bumi dalam Al-Qur’an, sehingga kita sebagai umat islam harus percaya dengan pencipta langit dan bumi menurut kitab suci kita. Ayat-ayat tersebut menerangkan tentang kekuasaan Allah dalam menciptakan langit beserta isinya. Sehingga nampaklah bahwa Allah adalah tuhan yang maha agung yang menciptakan segala sesuatu di jagat raya.
Ayat-ayat tersebut di antarnya:
الحمد لله الذي خلق السماوات والأرض وجعل الظلمات والنور ثم الذين كفروا بربهم يعدلون
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang. Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan tuhan mereka (Qs. Al-An’am:1).
بديع السماوات والأرض وإذا قضى أمرا فإنما يقول له كن فيكون
Artinya: Allah pencipta langit dan bumi, dan bila dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu. Maka (cukuplah) dia mengatakan kepadanya “jadilah”, lalu jadilah ia (Qs Al-Baqoroh:117).
ولئن سألتهم من خلق السماوات والأرض ليقولن خلقهن العزيز العليم الذي جعل لكم الأرض مهدا وجعل لكم فيها سبلا لعلكم تهتدون
Artinya: dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: “siapakah yang menciptakan langit dan bumi?. Niscaya mereka akan menjawab: “semuanya diciptakan oleh yang maha perkasa lagi maha mengetahui”. Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk (Qs. Az-Zukhruf:9-10).
Selain sebagai pencipta, Allah adalah pemilik yang haq seluruh isi alam seperti yang di terangkan dan terkandung dalam ayat Al-Qur’an. Ayat-ayat tersebut di antaranya:
ولله المشرق والمغرب فأينما تولوا فثم وجه الله إن الله واسع عليم
Artinya: Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah maha luas (rahmat-Nya) lagi maha mengetahui (Qs. Al-Baqoroh:115).
الله لا إله إلا هو الحي القيوم لا تأخذه سنة ولا نوم له ما في السماوات وما في الأرض من ذا الذي يشفع عنده إلا بإذنه يعلم ما بين أيديهم وما خلفهم ولا يحيطون بشيء من علمه إلا بما شاء وسع كرسيه السماوات والأرض ولا يؤوده حفظهما وهو العلي العظيم
Artinya: Allah tidak ada tuhan melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat member syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah maha tinggi lagi maha besar (Qs. Al-Baqoroh:255).
له ما في السماوات وما في الأرض وما بينهما وما تحت الثرى
Artinya: kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah (Qs. At-Thaha:6).
Dari ayat-ayat di atas terbuktilah bahwa Allah SWT yang telah menciptakan langit dan bumi atas segala kuasanya, serta beliaulah pemilik yang haq atas bumi beserta isinya. Tiada yang pantas untuk disekutukan dengannya.
B. Teori-teori Penciptaan Langit Dan Bumi Dalam Perpektif Barat Dan Islam
1. Teori Barat
Para ilmuwan Astronomi barat banyak sekali mengemukakan teori tentang penciptaan langit dan bumi menurut hasil penemuan mereka sendiri. Sebagian rahasia alam semesta sudah terungkap melalui penelitian yang intens, namun jauh lebih banyak yang masih terselubung. Misalnya orang sudah mengetahui rahasia benda-benda langit yang letaknya dekat dengan bumi, atau jarak antara beberapa benda langit. Lebih jauh lagi, sekarang telah diketahui bahwa galaksi kita bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di jagat raya, karena ada indikasi bahwa ternyata terdapat ratusan juta, bahkan miliaran galaksi di jagat raya ini.
Harus diakui bahwa alam semesta merupakan ruang yang maha luas tempat benda-benda langit berada, termasuk bumi tempat manusia hidup. Di jagat raya inilah milyaran bintang berada, planet-planet, satelit dan komet melakukan gerak rutinnya serta meteor-meteor melintasi setiap saat. Di samping itu, jagat raya dihuni oleh benda-benda angkasa lain seperti debu, kabut dan gas.
Semua benda yang mengisi jagat raya ini termasuk bumi dan galaksi Milky Way atau galaksi bima sakti Nampak membentuk suatu tatanan yang teratur, dimana segala sesuatunya seolah-olah sangat serasi.
Teori penciptaan langit dan bumi menurut perspektif barat diantaranya adalah:
a. Teori Kabut (Nebula)
Teori Nebula atau teori kabut di kemukakan oleh Immanuel Kant ilmuwan asal Jerman pada tahun 1755 dan Pierre Simon De Laplace seorang ahli fisika asal Prancis pada tahun 1796. Immmanuel Kant mengatakan bahwa matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, karena pilinannya itu berupa kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, makin mengecil bola itu makin cepat putarannya. Akibatnya bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar di bagian equatornya bahkan sebagian massa dari kabut gas menjauh dari gumpalan intinya dan membentuk gelang-gelang di sekeliling bagian utama kabut itu, gelang-gelang itu kemudian membentuk gumpalan padat inilah yang disebut planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian tengah yang berpijar tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat sekarang sebagai matahari.
Sedangkan Simon De Laplace menyatakan bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Karena kabut selalu memancarkan panas di alam semesta yang dingin. Kabut tersebut mengalami penyusutan dan membentuk bola gas. Penyusutan itu menyebabkan pilinan bola gas makin cepat. Akibatnya terjadi pemepatan di kedua kutubnya dan melebar di bagian ekuator menyerupai gelang-gelang karena pemupukan gas.
Pilinan bola gas yang makin cepat menyebabkan sebagian massa gas di Ekuator makin menjauh dari bola gas, kemudian membentuk bola-bola gas yang lebih kecil dan mengelilingi bola gas awal. Bola-bola gas kecil tersebut kemudian mendingin menjadi planet, sedangkan bola gas awal menjadi matahari.
b. Teori Planetesimal
Teori Planetesimal dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin (1843-1928) seorang ahli geologi dan Forest R. Moulton (1872-1952) seorang ahli Astronom. Mereka menyebut Planetesimal yang berarti planet kecil karena planet terbentuk dari benda padat yang memang telah ada. Matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak, pada satu waktu ada sebuah bintang yang berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh akibatnya terjadi pasang naik antara matahari dan bintang tadi. Pada waktu itu bintang menjauh sebagian massa dari matahari itu jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lain berhamburan di sekaliling matahari inilah yang disebut dengan Planetesimal yang kelak kemudian menjadi planet-planet yang beredar pada orbitnya dan menelilingi matahari.
c. Teori Pasang Surut
Teori pasang surut pertama kali disampaikan oleh Buffon (1707-1788). Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari adanya materi matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet. Teori pasang surut yang dikemukakan Buffon kemudian diperbaiki oleh dua orang ilmuwan Inggris, yaitu Sir James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1919.
Jeans dan Jeffreys menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas pada matahari. Efek pasang itu disebabkan oleh gaya gravitasi sebuah bintang besar yang melintasi matahari. Gas-gas panas tersebut kemudian terlepas dari matahari dan mulai mengelilingi matahari. Selanjutnya, gas-gas panas berubah menjadi bola-bola cair. Tiap-tiap bola secara perlahan mendingin dan membentuk lapisan keras di sekelilingnya menjadi planet-planet dan satelit-satelit.
d. Teori Awan Debu (Proto Planet)
Teori Proto Planet dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi Jerman, Carl von Weizsaecker pada tahun 1940. Teori Proto Planet kemudian disempurnakan antara lain oleh Gerarld P. Kuiper pada tahun 1950. Teori Proto Planet menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan awan gas dan debu yang jumlahnya sangat banyak. Lebih dari 15.000 juta tahun yang lalu salah satu gumpalan mengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumaplan bola. Pada saat itulah terjadi pilinan.
Dengan adanya pilinan, gumpalan bola menjadi pipih menyerupai cakram, yaitu tebal di bagian tengan dan pipih di bagian tepinya. Bagian tengah yang tebal berpilin lebih lambat dari pada bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah saling menekan sehingga menimbulkan panas dan cahaya. Dan bagian tengah itu kemudian menjadi matahari.
Partikel-partikel di bagian tepi yang berpilin lebih cepat menyebabkan gumpalan-gumpalan yang lebih kecil. Gumpalan-gumpalan itu kemudian membeku menjadi bahan planet dan satelitnya. Oleh Karena itu, bahan-bahan planet tersebut disebut Protoplanet dan teorinya disebut Teori Protoplanet.
e. Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukkan oleh seorang hali Astronomi Inggris R.A. Lyttleton sekitar tahun 1930. Teori ini menyatakan bahwa galaksi kita berisi banyak kombinasi bintang kembar, oleh karena itu, Lyttleton juga menganggap matahari memiliki sebuah bintang sebagai kembarannya. Bintang kembaran matahari tersebut meledak menjadi unsur-unsur gas dan terperangkap oleh gaya gravitasi matahari. Awan gas kemudian mendingin membentuk planet dan satelit-satelitnya yang mengelilingi matahari dan membentuk tata surya. Adapun proses pembentukan planet dan satelit hampir sama dengan teori pasang surut.
f. Teori Ledakan (Big Bang Theory)
Teori Big Bang lahir dari pemikiran ahli Astrofisika USA kelahiran Rusia George Gamow dan rekannya Ralph Alper, Haus Bethe, dan Robert Herman pada akhir tahun 1940. Mereka mengemukakan bahwa seluruh bahan dan tenaga dalam alam semesta pernah terpadu dalam satu bola raksasa yang terdiri dari Neutron dan tenaga pancaran dan disebut Ylem.
Teori Big Bang (Evolusioner) mengutarakan bahwa adanya suatu masa yang sangat besar di jagat raya dan mempunyai berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebatnya akibat adanya reaksi inti. Teori ini dikembangkan berdasarkan pemikiran yang menggunakan hukum fisika dan teori pemuaian Edwin Hubble (1929).
Menurut teori ini ada dua masa penting yang berlangsung selama sejarah awal alam semesta:
1. Era radiasi dari saat alam semesta baru lahir sedetik sampai sejuta tahun kemudian.
2. Era pendinginan dari alam semesta berumur sejuta tahun dan terus berlanjut selama gerak memuai alam semesta yang diikuti dengan alam senyap gema sisa dentuman besar. Sisa gema itu akan tertangkap dalam bentuk radiasi bersuhu 5 K < 0oC [273K].
Dalil Al-Qur’an yang menyatakan tentang letusan Big Bang seperti gambar di atas disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 37 yang isinya:
فإذا انشقت السماء فكانت وردة كالدهان
Artinya: maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak(Ar-Rahman
Teori Big Bang adalah teori yang menyatakan bahwa alam semesta terbentuk akibat dari adanya sebuah ledakan dahsyat. Setelah terjadinya ledakan massa tersebut kemudian bergerak dan mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan dan membentuk kelompok-kelompok. Teori Big Bang ini semakin menguatkan pendapat bahwa alam semesta ini pada awalnya tidak ada tetapi kemudian sekitar 12 milyar tahun yang lalu tercipta dari ketiadaan.
Dari sekian banyak teori yang berkembang dalam dunia Astronomi, tepatnya dalam penciptaan langit dan bumi. Teori Big Bang merupakan teori yang diterima oleh kalangan ilmuwan sebagai teori yang tepat dan rasional dalam penciptaan bumi dan langit.
2. Teori Dalam Perspektif Islam
Bagaimana konsep terjadinya alam semesta menurut islam? Diantara ayat Al-Qur’anyang menjelaskan tentang alam semesta adalah sebagai berikut:
a. Surat Al-Anbiya’ ayat 30
أولم ير الذين كفروا أن السماوات والأرض كانتا رتقا ففتقناهما وجعلنا من الماء كل شيء حي أفلا يؤمنون
Artinya: Dan apakah orang-orang yang kafir tidak melihat bahwa langit dan bumi keduanya adalah satu padu, kemudian kami pisahkan keduanya. Dan kami jadikan dari air segala sesuatu hidup. Maka apakah sehingga mereka tiada beriman?.
Ayat ini dipahami oleh ilmuwan sebagai salah satu mukjizat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang penciptaan planet-planet. Bahwa pada awalnya langit dan bumi merupakan satu gumpalan yang dalam ayat ini disebut “Ratqan”. Lalu gumpalan itu berpisah sehingga terjadi pemisahan bumi dan langit seperti yang kita lihat sekarang. Dalam tafsir Al-Muntakhab dikemukakan dua teori penciptaan alam semesta berdasarkan Firman Allah tersebut, yaitu:
“Teori Pertama, berkaitan dengan penciptaan tata surya. Kabut disekitar matahari menyebar pada ruangan yang dingin. Butir-butir kecil gas yang membentuk kabut bertambah tebal pada atom-atom debu yang bergerak amat cepat. Atom-atom itu kemudian mengumpul, akibat terjadinya benturan dan akumulasi dengan membawa kandungan sejumlah gas berat. Dengan berjalannya waktu akumulasi itu bertambah besar sehingga membentuk planet-planet, bulan dan bumi dengan jarak yang seimbang. Penumpukan itu kemudian mengakibatkan bertambah kuatnya tekanan yang pada gilirannya membuat temperature bertambah tinggi. Pada saat kulit bumi mengkristal karena dingin dan melalui proses sejumlah letusan larva yang terjadi setelah itu, bumi memperoleh sejumlah besar uap air dan Co2 akibat surplus larva yang mengalir. Salah satu faktor yang membantu terbentuknya oksigen yang segar di udara setelah itu adalah aktifitas dan interaksi sinar matahari melalui asimilasi sinar bersama tumbuhan generasi awal dan rumput-rumputan.
Teori kedua, bumi dan langit pada dasarnya bergabung secara koheren sehingga tampak sebagai satu massa, hal ini sesuai dengan penemuan mutakhir bahwa bumi merupakan kumpulan sejumlah besar kekuatan atom-atom yang saling berkaitan dan di bawah tekanan yang kuat yang hampir tidak dapat dijangkau akal, bahwa semua benda langit sekarang beserta kandungan-kandungannya termasuk bumi dan tata surya sebelumnya terakumulasi sangat kuat dalam bentuk bola yang jari-jarinya tidak lebih dari 3 juta mil. Firman-Nya “… fa fataqnahuma…” merupakan isyarat tentang apa yang terjadi pada cairan atom pertamanya berupa ledakan dahsyat yang mengakibatkan tersebarnya benda-benda alam raya ke seluruh penjuru, yang berakhir dengan terciptanya berbagai benda langit yang terpisah, termasuk tata surya kita”.
Sementara itu Achmad Baiquni memahami ayat itu dengan membandingkan konsepsi fisika tentang penciptaan alam sebagai beriku: “keterpaduan langit yang dinyatakan dalam ayat di atas dapat difahami jika keduanya berada di satu titik yaitu titik singularitas yang merupakan volume yang berisi seluruh materi, pemisahan terjadi karena adanya ledakan dahsyat yang melontarkan materi ke seluruh penjuru ruang alam yang berkembang dengan sangat cepat sehingga tercipta alam semesta yang berekspansi”.
b. Surat Adz-Dzariyat ayat 47
والسماء بنيناها بأيد وإنا لموسعون
Artinya: Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan kami dan sesungguhnya kami benar-benar meluaskannya.
Ayat 47 ini mengisyaratkan beberapa rahasia ilmiyah, bahwa Allah SWT menciptakan alam yang luas ini dengan kekuasaan-Nya. Kata sama’ pada ayat terebut dimaksudkan sebagai segala sesuatu yang ada di langit dan menaungi, maka benda-benda langit seperti, galaksi, tata surya, planet dan bintang disebut langit juga. Bagian alam yang terlihat ini teramat luas dan tak terbatas. Firman-Nya “Wainna Lamusi’un” artinya kami meluaskan alam itu dengan sangat luasnya sejak diciptakan. Meluasnya alam berlangsung sepanjang masa. Dalam ilmu pengetahuan modern dikenal sebagai teori ekspansi, bahwa Nebula di luar galaksi kita menjauh dari kita dengan kecepatan yang berbeda-beda, bahkan benda-benda langit dalam galaksi kitapun saling menjauh. Dengan pemahaman di atas maka kata “Wainna lamusi’un” dimaknai sebagai “sesungguhnya kami maha memperluas yakni alam raya ini”.
c. Surat As-Sajadah ayat 4
الله الذي خلق السماوات والأرض وما بينهما في ستة أيام ثم استوى على العرش ما لكم من دونه من ولي ولا شفيع أفلا تتذكرون
Artinya: Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antar keduanya dalam enam masa, kemudian dia bermayam di atas “Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolong pun dan tidak pula seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Dari ayat di atas secara eksplisit dijelaskan tentang penciptaan alam oleh Allah selama enam masa “fi sittati ayyam”, ukuran berapa lamanya masa tidak dirinci dalam Al-Qur’an. Kata ayyam yang berarti hari disini difahami oleh ulama sebagai masa atau periode yang tidak secara pasti disebutkan berapa lamanya waktu tersebut.
Zaglul An-Najjar mengemukakan bahwa proses penciptaan alam semesta melalui enam periode sebagai berikut:
Periode Pertama: adalah periode Ear-Ratq yakni gumpalan yang menyatu, inilah awal terjadinya langit dan bumi.
Periode Kedua: adalah Al-Fatq yakni masa terjadinya ledakan dahsyat yang mengakibatkan terjadinya awan atau kabut asap.
Periode Ketiga: adalah terciptanya unsur-unsur pembentukan langit yang terjadi melalui gas hydrogen dan helium.
Periode Keempat: adalah terciptanya bumi dan benda-benda angkasa dengan berpisahnya awan berasap itu dan serta memadatnya akibat daya tarik.
Periode Kelima: masa penghamparan bumi, serta pembentukan kulit bumi, pergerakan oasis dan pembentukan benua-benua dan gunung-gunung serta sungai-sungai dan lain-lain.
Periode Keenam: periode pembentukan kehidupan dalam bentuknya yang paling sederhana hingga penciptaan manusia.
d. Surat Fushilat ayat 9-12
قل أئنكم لتكفرون بالذي خلق الأرض في يومين وتجعلون له أندادا ذلك رب العالمينوجعل فيها رواسي من فوقها وبارك فيها وقدر فيها أقواتها في أربعة أيام سواء للسائلينثم استوى إلى السماء وهي دخان فقال لها وللأرض ائتيا طوعا أو كرها قالتا أتينا طائعينفقضاهن سبع سماوات في يومين وأوحى في كل سماء أمرها وزينا السماء الدنيا بمصابيح وحفظا ذلك تقدير العزيز العليم
Kronologi penciptaan alam semesta oleh Allah SWT dalam enam masa adalah dua masa untuk menciptakan langit sejak berbentuk dukhon yaitu campuran debu dan gas, dua masa untuk menciptakan bumi dan dua masa (empat masa sejak penciptaan bumi) untuk memberkahi bumi dan menentukan makanan bagi penghuninya. Dia juga yang menentukan padanya kadar makanan-makanan bagi penghuninya. Semua itu terlaksana dalam empat hari yang terbagi secara adil yakni dua hari untuk penciptaan bumi dan dua hari untuk pemberkahan dan penyiapan makanan bagi penghuninya.
Penjelasan tentang enam hari seperti yang sudah disebutkan di atas tidak dirinci dalam Al-Qur’an sehingga para ulama tidak ada kesepakatan mengenai hal itu. Kata yaum atau hari dalam penggunaan bahasa arab tidak selalu berarti 24 jam tetapi bisa juga berarti selesainya suatu kegiatan dalam periode tertentu baik pendek maupun panjang.
Dapat dipahami enam masa itu adalah enam periode sejak penciptaan alam sampai hadirnya manusia, sebaga berikut:
Masa Pertama: dimulai dengan ledakan dahsyat (Big Bang) (Qs:Al-Anbiya’, 21:30). Materi yang pertama terbentuk adalah hydrogen, yang menjadi bahan dasar bintang-bintang generasi pertama.
Masa Kedua: pembentukan bintang-bintang di dalam galaksi-galaksi yang terus berlangsung. Dalam Al-Qur’an disebut dengan penyempurnaan langit (Qs:Al-Baqoroh, 2:29). Inilah dua masa penciptaan langit. Dalam Al-Qur’an proses Big Bang dan pengembangan alam yang menjadikan galaksi-galaksi tampak makin berjauhan atau makin tinggi bila dilihat dari bumi serta proses pembentukan bintang-bintang baru disebutkan sebagai “dia meninggikan bangunannya (langit) lalu menyempurnakannya.
Masa Ketiga dan Keempat: proses penciptaan tata surya termasuk bumi. Proses penciptaan matahari sekitar 4,6 miliyar tahun yang lalu dan mulai dipancarkannya cahaya dan angin matahari itulah sebagai masa ketiga penciptaan alam semesta.
Masa Kelima: hadirnya air dan Atmosfer di bumi.
Masa Keenam: lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan. Hadirnya tumbuhan dan adanya proses Fotosintesis sekitar 2 miliyar tahun yang lalu menyebabkan Atmosfer terisi dengan oksigen bebas. Pada masa keenam ini pula proses geologis yang menyebabkan bergesernya lempeng tektonik dan lahirnya rantai pegunungan di bumi terus berlanjut.
Dari konsep penciptaan alam semesta yang dikembangkan baik oleh kalangan fisikawan, Astronom maupun kalangan islam dengan berdasarkan pemahaman terhadap ayat-ayat kauniyah itu dapat memperluas khazanah kita tentang bagaimana alam semesta ini diciptakan oleh yang maha kuasa.
C. Struktur Bumi
Besarnya ukuran bumi menyebabkan manusia kesulitan untuk mengetahui struktur bumi. Akan tetapi, para ahli geologi memperoleh gambaran tentang susunan bagian dalam bumi melalui pengamatan Seismologi (hantaran pada gelombang gempa bumi).
Berbagi kajian dan penelitian geofisika telah membuktikan bahwa bumi terbentuk dari tujuh lapisan tertentu dari dalam ke luar dengan susunan sebagai berikut.
1. Centrospheres (Inti Bumi)
Centrosphere (Inti Bumi) adalah nucleus atau bagian tengah yang sangat keras yang memiliki kandungan besi 90%, nikel 9%, ditambah unsur-unsur ringan lain seperti karbon, forsfor, sulfat, silicon, dan oksigen yang mencpai 1%. Komposisi ini mirip dengan komposisi meteor-meteor besi. Bedanya kandungan besi inti bumi ini lebih banyak.
Centrospere dapat dibagi atas
• Bagian paling dalam yang disebut inti dalam.
• Bagian luar disebut inti luar, dan
• Bagian mantel
Inti bumi yang terletak di dalam perut bumi ini merupakan lapisan bumi ketujuh.
2. Lapisan Luar Inti Bumi
Lapisan ini lunak dan elastic atau semi cair. Lapisan ini meliputi inti bumi dan memiliki komposisi kimia yang hampir sama, hanya saja lapisan ini berstatus semi cair. Ketebalannya kira-kira mencapai 2.275 km. antara inti bumi dan lapisan luar bumi inti bumi ini terdapat kawasan transitory yang memiliki ketebalan mencapai 450 km yang kemudian biasa disebut dengan bagian terbawah lapisan sebelah luar inti bumi.
Inti bumi dan lapisan lunak membentuk sekitar 31% dari massa bumi yang diperkirakan mencapai 6x1011 ton.
3. Lapisan Terbawah Pita Bumi (Pita Bawah)
Adalah lapisan keras yang mengelilingi lapisan luar inti bumi (yang lunak). Ketebalan lapisan ini mencapai 2.215 km (dari kedalaman 670 km hingga kedalaman 2.885 km). lapisan ini dipisahkan dari pita tengah yang berbeda di atasnya oleh bidang diskontinuitas gelombang getar yang menagkibatkan gempa. Lapisan ini kemudian disebut lapisan bumi kelima.
4. Lapisan Tengah Pita Bumi (Pita Tengah)
Adalah lapisan yang keras yang ketebalannya mencapai kira-kira 270 km. dari bawah dan atas, lapisan ini dipisahkan oleh dua bidang diskontinuitas gelombang getar. Bidang yang satu terletak pada kedalaman 670 km (dan memisahkan pita tengah ini dengan pita bawah). Sedangkan yang lain terletak pada kedalaman 400 km dibawah permukaan bumi dan memisahkannya dengan pita atas. Lapisan ini merupakan lapisan bumi keempat.
5. Lapisan Teratas Pita Bumi (Pita Atas)
Adalah lapisan elastic atau semi cair yang memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan yang sangat tinggi. Kadar fusi di dalamnya mencapai kira-kira 1%. Karena itu lapisan in terkenal dengan lapisan lunak bumi. Lapisan ini membentang antara di bawah permukaan bumi. Dan lapisan ini merupakan lapisan bumi ketiga.
6. Lapisan Bawah Kerak Bumi
Ketebalan lapisan ini berkisar antara 5-8 km dibawah permukaan air laut dan samudra. Dari bawah, lapisan ini dibatasi oleh batas teratas lapisan lemah bumi. Sementara dari atas ia dibatasi oleh garis diskontinuitas gelombang getar. Kerak batuan ini disebut dengan lapisan bumi kedua.
7. Lapisan Atas Kerak Bumi
Lapisan yang berada di bawah benua ini biasanya tersusun dari batu-batu granit (marmer) yang dilapisi oleh penutup tipis yang berasal dari sedimen dan debu. Komposisi lapisan ini dimonopoli oleh unsur-unsur ringan. Lapisan ini juga kebanyakan terdiri dari batu-batuan.
Penjelasan di atas paralel dengan beberapa hadits Nabi yang telah disebutkan Lebih spesifik lagi ketika beliau menyebutkan sebuah ungkapan “Maka pada hari kiamat ia akan ditenggelamkan bersama tanah yang diserobotnya tersebut ke dalam tujuh lapis bumi”.
Konklusi ini di dukung oleh Firman Allah SWT dalam surat At-Thalaq:
الله الذي خلق سبع سماوات ومن الأرض مثلهن يتنزل الأمر بينهن لتعلموا أن الله على كل شيء قدير وأن الله قد أحاط بكل شيء علما
Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya allah kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu (Qs. At-Tholaaq:12)
Konklusi bahwa ketujuh bumi berada di dalam bumi kita, dimana setiap lapisan membungkus lapisan yang di dalamnya, dan bumi lebih lanjut dilingkupi oleh tujuh langit yang diawali dengan langit dunia dan dilanjutkan dengan enam langit yang saling membungkus langit yang berada dibawahnya, dikuatkan pula oleh isyarat Al-Qur’an yang menyatakan kesesuaian penjuru langit yang teramat sangat luas dengan bumi teramat sangat kecil.
Isyarat tersebut tertuang dalam Firman Allah SWT:
يا معشر الجن والإنس إن استطعتم أن تنفذوا من أقطار السماوات والأرض فانفذوا لا تنفذون إلا بسلطان
Artinya: Hai jama’ah Jin dan Manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. (Qs. Ar-Rahman:33).
D. Pengertian Dan Manfaat Rotasi Dan Revolusi Bumi
Rotasi bumi adalah peredaran bumi pada porosnya dengan putaran negatif yaitu dari barat ke timur inilah sebabnya mengapa matahari terbit lebih dulu di Irian Jaya dari pada di jawa. Satu kali rotasi bumi menjalani 360o yang memakan waktu 23 jam 56 menit atau sekitar 24 jam. Dan setiap derajat ditempuh dalam waktu 4 menit. Rotasi bumi ini tidak dapat kita saksikan. Gerak dari timur ke barat matahari serta benda-benda langit lainnya disebut gerak semu harian matahari.
Sedangkan akibat dari rotasi bumi diantaranya:
1. Gerak semu harian dari matahari, yang seakan-akan matahari, bulan, bintang-bintang, dan benda-benda langit lainnya terbit di timur dan terbenam di barat. Dan peredaran semu harian matahari dijadikan sebagai dasar penentuan waktu shalat dan saat matahari terbenam dijadikan sebagai dasar perubahan hari dalam kalender Hijriyah.
2. Pergantian siang dan malam di mana separuh dari bola bumi menerima sinar matahari (siang). Sedangkan separuh bola lainnya mengalami kegelepan (malam). Batas siang dan mala mini merupakan sebuah lingkaran di sekeliling bumi.
3. Penyimpangan arah angin, dan arah arus laut.
4. Adanya dua kali pasang naik dan pasang surut air laut dalam sehari semalam.
5. Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya.
Sedangkan gerak revolusi bumi adalah gerak bumi pada orbitnya mengelilingi matahari. Bidang orbit bumi mengitari matahari disebut ekliptika. Selama mengitari matahari, poros bumi selalu miring. Bumi berevolusi dalam arah negative (berlawanan arah jarum jam).
Periode revolusi bumi adalah 365,2425 hari. Periode revolusi bumi ini dijadikan dasar dalam perhitungan kalender syamsiyah. Dalam revolusinya sumbu bumi miring 66,5o terhadap bidang ekliptika dengan arah sumbu bumi menunjuk kearah bintang, maka arah itu akan tetap seperti itu selama periode revolusi.
Berkat penyelidikan tiga sarjana, yaitu Galileo Galilei, Tycho Brahe, dan Keppler maka struktur alam dari kopernikus diakui keunggulannya. Dalam struktur ini, maka bumi berevolusi mengelilingi matahari. Bumi beredar mengelilingi matahari dalam satu kali revolusi selama waktu satu tahun.
Akibat dari revolusi bumi ialah:
1. Pergantian musim.
2. Terlihatnya rasi bintang berbeda dari bulan ke bulan.
3. Perubahan lamanya siang dan malam.
4. Perhitungan tarikh syamsyiyah atau solar calendar.
Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit. Menurut hukum Keppler pertama, orbit-orbit setiap planet termasuk orbit bumi memiliki bentuk bangun elips. Matahari berada pada salah satu titik api (fokus) dari elips tersebut.
Pergantian siang dan malam menurut islam telah dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
واختلاف الليل والنهار وما أنزل الله من السماء من رزق فأحيا به الأرض بعد موتها وتصريف الرياح آيات لقوم يعقلون
Artinya: Dan pada pergantian siang dan malam dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkannya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya, dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum berakal (Al-Jaatsiyah:5).
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa islam sudah mengajarkan kepada umatnya tentang adanya pergantian siang dan malam melalui kitab sucinya. Dan dalam ayat diatas juga disebutkan bahwa segala pergantian siang dan malam merupakan kuasa Allah yang maha kuasa. Allahu akbar….
KESIMPULAN
Setelah penulis membaca dan menilai, terdapat sebuah kesimpulan yang dapat di jadikan sebuah sugesti bagi penulis:
1. Bahwa Allah adalah pencipta tunggal bumi beserta isinya, sehingga tidak pantaslah bagi manusia untuk menyombongkan diri berjalan diatas bumi Allah. Dan tidak pantas pula bagi manusia sebagai hamba untuk menyekutukannya, ataupun mengkufurkan nikmatnya. Allah menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia dengan hikmah, semua ciptaannya mengandung hikmah bagi ciptaan yang lainnya.
2. Segala nikmat yang Allah berikan kepada manusia tidak dapat dihitung meskipun air laut menjadi tinta dan pepohonan menjadi alat tulisnya sungguh tidak mungkin menghitungnya.
3. Semua teori yang berkenaan tentang tebentuknya bumi sebenarnya sudah dikemukakan secara lengkap dalam Al-Qur’an maupun Hadits. Yang dicerna ulang atau diteliti secara spesifik oleh ilmuwan islam.
4. Al-Qur’an adalah induk (Mashdar) ilmu pengetahuan, karena di antara teori-teori yang berkembang saat ini sudah di jelaskan dengan rinci dalam kitab suci Al-Qur’an. Baik proses penciptaan jagat raya, penciptaan bumi, struktur bumi, serta rotasi dan revolusi bumi. Maka alasan apa lagi yang pantas untuk menyekutukan Allah beserta kekuasaannya. Sudah jelas Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dengan kekuasaannya dan kebesarannya.
“Allahu akbar…..” Dan yang terakhir penulis meminta maaf jika dalam penulisan makalah ini terdapat banyak sekali kesalahan, maupun kekuarangan, Karena penulis masih belajar dan bukan pengajar yang tentunya sudah mengetahui segala isi maupun ilmu dari sebuah penulisan makalah.
“Syukron katsiron ‘alahusni ihtimaamikum iyaya”
DAFTAR PUSTAKA
Maskufa, “Ilmu Falaq”, Gp press, Jakarta, Februari 2009
An-Najjar, Zaghlul, “Pembuktian Sains Dalam Sunnah”, Amzah, Jakarta, Juni 2006
Jasin, Maskoeri, “Ilmu Alamiah Dasar”, Kharisma, Jakarta,
Trianto, “Wawasan Ilmu Alamiah Dasar”, Pustaka,
Partanto A Pius, “Kamus Ilmiah Populer”, Arkola Surabaya
Hestiyanto, Yusman, “Geografi”, Yudhistira
Purwanto, Agus, “Ayat-Ayat Semesta”, Mizan Pustaka, bandung, 2008
EmoticonEmoticon