Manusia melakuka aktifitas setiap hari pasti diakhir
aktifitasnya akan enemukan kesuksesan atau penyesalan. Apabila aktifitas itu
berkaitan dengan tindakan sosial, maka manusia akan menemukan dua unsur
didalamnya. Dua kata yang berlawanan yaitu kata maaf dan kata terima kasih.
Manusia
hidup pasti akan bergerak. Bergerak untuk hidup. Bergerak untuk mencapai
kebahagiaan. Bergerak untuk menghindari kesakitan. Itu sikap manusia pada
umumnya. Patutlah kita tau kalau manusia itu akan terus berinteraksi antara
manusia satu dengan manusia yang lainnya. tak kala manusia merasakan ketidak
sesuaian antara apa yang dikerjakan dan yang diharapkan oleh orang lain, maka
kata maaf akan tercuat dari mulutnya sebagai ucapan rasa bersalah.
Manusi
tak akan selamanya negatif. Begitu juga sebaliknya manusia tak selamanya akan
positif. Dikala manusia mencapai kesuksesan, sesuai antara harapan dan
kenyataan. Maka manusia akan mendapatkan kebagianya. Manusia akan menerima
pujian dari orang disekitarnya. Dan takkala pujian itu didapat manuasia akan
mengucapkan terimakasih atas sebuah pujian yang didaptnya.
Akan
tetapi ada satu hal yang kadang itu keluar dari konteks diatas. Manusia
mengucapkan terimakasih ketika merasa dirinya bersalah. “oh, aku salah,
makasih” satahsatu contohnya. Kalau ada kejadian seperti ini maka kita harus
pintar membaca situasi. Kita dituntut untuk menganalisis kejadian yang kita
hadapi. Itu benr-benar ucapan terima kasih atau itu olok-olokan belaka[]