logo blog

Antara maaf dan terimakasih


Manusia melakuka aktifitas setiap hari pasti diakhir aktifitasnya akan enemukan kesuksesan atau penyesalan. Apabila aktifitas itu berkaitan dengan tindakan sosial, maka manusia akan menemukan dua unsur didalamnya. Dua kata yang berlawanan yaitu kata maaf dan kata terima kasih.
                Manusia hidup pasti akan bergerak. Bergerak untuk hidup. Bergerak untuk mencapai kebahagiaan. Bergerak untuk menghindari kesakitan. Itu sikap manusia pada umumnya. Patutlah kita tau kalau manusia itu akan terus berinteraksi antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. tak kala manusia merasakan ketidak sesuaian antara apa yang dikerjakan dan yang diharapkan oleh orang lain, maka kata maaf akan tercuat dari mulutnya sebagai ucapan rasa bersalah.
                Manusi tak akan selamanya negatif. Begitu juga sebaliknya manusia tak selamanya akan positif. Dikala manusia mencapai kesuksesan, sesuai antara harapan dan kenyataan. Maka manusia akan mendapatkan kebagianya. Manusia akan menerima pujian dari orang disekitarnya. Dan takkala pujian itu didapat manuasia akan mengucapkan terimakasih atas sebuah pujian yang didaptnya.
                Akan tetapi ada satu hal yang kadang itu keluar dari konteks diatas. Manusia mengucapkan terimakasih ketika merasa dirinya bersalah. “oh, aku salah, makasih” satahsatu contohnya. Kalau ada kejadian seperti ini maka kita harus pintar membaca situasi. Kita dituntut untuk menganalisis kejadian yang kita hadapi. Itu benr-benar ucapan terima kasih atau itu olok-olokan belaka[]