Ada sebuah unggakapan mengatakan bahwa orang akan melihat
sesuatu sesuai dengan cara pandangnya.
Orang petani akan lebih cendrung untuk melihat sesuatu itu sesuai dengan
lingkunnganya. Seorang professor akan menikirkan sesuatu untuk meningkatkan keilmuaannya.
Seorang pedagang akan cenderung melihat pada keadaan perokonomian yang terdapat
disekitarnya.
Ada hal menarik perhtian akhir-akhir ini. Setelah melihaat
sebuh blog milik teman ternyata berbeda persepsi cara pandang dengan blog
pribadi Wakil Rector. Keduanya memiliki kesamaan dalam mengambil seatu topik,
akan tetapi memiliki perbedaan siknifikan pada cara pandang yang diambil.
Topik yang diangkat sama-sama bersumber dari kegiatan wisuda
pada bulan Mei 2011. Teman saya mengangkat tema tentang permasalah yang
terdapat di luar gedung sc. Dia menceritakan tentang bagaimana proses keluarnya
mahasiswa paska wisuda. Bagaimana terjadinya pergerakan para penyambutan dari
berbagai organisasi baik itu ekstra kampus maupun intra kampus. Hal itu berbeda
dengan yang diangkat oleh wakil rector.
Wakil rector memiliki posisi yang teramat sangat bergengsi.
Dia bisa megikuti semua agenda yang terdapat dalam gedung tersebut. Jadi dia
mengetahui semua rentetan kegiatan wisuda. Oleh karena itu dia mengangkat
permasalahan tetang sambutan rector yang sedang dalam upacara tersebut. Dalam
artikel yang diangkat itu berkaitan dengan keilmuan.
Sekali lagi ditegaskan ungkapan bahwa cara berbicara
seseorang tiu sangat dipengaruhi oleh keadaan sosialnya.