Kemaren (5/3)pak sudirman bercerta tentang pengalamannya saat memediasi
orang yang mau bercerai. Dosen yang satu ini cukup menarik bagiku. Karena,
selain menjadi dosen dan pengurus EL-ZAWA, beliau juga memegang profesi
mediator. Pekerjaan ini cukup bergengsi bagi mahasiswa shariah tentunya. Bahkan
tidak sedikit yang menginginkan menjadi mediator diantara mereka.
Beliau menceritakan pengalamanya tetang klientnya beberapa hari yang lalu.
Sepasang suami-istri harus berperkara karena berbagai persoalan rumah tangga.
Berbagai percekcolan terjadi hingga saat pelaksanaan mediasi pun mereka
berdua sempat adu mulut. Maklum banyak kress diantara mereka. Bukan hanya
sekedar adu mulut saja. Adu otot juga terjadi. Suaminya sempat menunjukkan
bekas luka ditangannya, otot-ototnya terbelah
karena disabet pisau oleh irstrinya. Saat bercerita pun menjadi
merinding, dalam fikiranku “wah ini perang dalam rumah”. Begitu juga istrinya
yang pernah patah tulul bahu kanannya. Pengakuan suami karena didorong dan
menatap dinding.
Entah aku sendiri jadi heran kenapa juga harus sekejam itu. Ternyata
pernikahan itu mampu bertahan hingga anak pertamanya berumur 19 tahunan. Dan
hal yang melatar belakanginya hanya sakit hati ketika beberapa tahun paska
pernikahan. Alasan yang melatar belakanginya pun ditutup-tutupin. Rahasia.
Yaah sulit memang menghadapi orang temperamental. Menurut pengakuan Sudirman, istri memang tempra mental.
Dengan situasi keluarga seperti itu, banyak yang menjadi korban. Bukan
hanya hubungan mereka, anaknya pun juga harus mendapatkan imbasnya. Anaknya
pernah mengalami tidak naik kelas hingga dua kali.
Mediasi itu diakhiri dengan penyampai dampak-dampak penceraian.
Miris rasanya ketika mengetahi berbagai persoalan keluarga seperti ini.
Setelah diketahui ternyata penyebabnya dari sebuah kata sakit hati. Ketika sakit hati menjangkit susah dihilangkan. Perang
dalam keluarga. Pasangan sendiri disabet pisau dapur. Pasangan sendiri hingga
patah tulang. Sudah parah ketika luka mengangah atau patah tulang seperti itu. Ketika sebuah keluarga hancur yang menjadi korbannya pun banyak. Maadzallah
EmoticonEmoticon