logo blog

Mimpi dan tujuan



Setiap orang diajarkan untuk bermimpi. Setiap orang berusaha untuk mewujudkan mimpinya masing-masing.
 Akan tetapi ada perbedaan pencapain terhadap orang yang memiliki mimpi yang sama.
Apa yang membedakannya?
Seperti contoh si A dan si B memiliki mimpi untuk mempunyai mobil. Si A bermimpi memiliki mobil dengan tujuan biar terlihat mewah. Semua orang agar bisa melihatnya. Sedangkan si B bermimpi memiliki tujuan untuk membahagiakan orang tuanya. Orang tuanya sedang sakit keras dan mengidamkan memiliki sebuah mobil.
Apakah anda bisa menjawab? Siapa yang akan mendapatkan mobil terlebih dahulu? Si A atau Si B? jika anda berpikiran si B akan mendapatkannya terlebih dahulu, maka anda memilki pikiran yang sama denganku. Sebab si B bertujuan memiliki mobil untuk membahagiakan orang tuanya yang sedang sakit keras. Mungkin si A telah berfikiran bahwa ini adalah pengabdian terakhir untuk orang tuanya, sebelum orang tuanya meninggal.
Mungkinkan si A mendapatkan mobilnya? Saya jawab “Tidak tahu” sebab sebelum memilki mbil saja sudah sombong. Apalagi ketiaka memiliki mobilnya.
Apa yang membedakan antara si A dan si B? kedua orang ini memilki mimpi yang sama, akan tetapi tujuannya yang berbeda. Data menunjukkan bahwa 96,12% orang didunia bersientasi tujuan. Jika tujuannya tepat maka mimpinya akan memiliki kekuatan.
Saya hanya menyarankan. “Wujudkan mimpimu, jangan hanya menjadikan mimpi belaka. Bangunlah dari mimpi-mimpimu! Dan kejarlah mimpimu”


EmoticonEmoticon