Tak
banya orang tahu mengenai manfaat kotoran sapi. Tapi ditangan selamet, limbah
ternak ini bisa dijadikan sebagai energy dan pupuk. Dia mampu mengolah kotoran
sapi menjadi biogas dan juga bahan campuran desel pembangkit listrik.
Sebagian
orang mungkin jijik saat melihat benda yang satu ini. Warnanya hijau
kebiru-biruan. Berlendir. Berbau busuk. Maklum keluarnya dari perut sapi.
Limbah ini disulap oleh selamet menggunakan reaktor biogas menjadi gas yang
bisa dipergunakan untuk memasak. Dan limbahnya bisa termanfaatkan untuk menjadi
pupuk.
Teknologi
reaktor ini dipelajari selamet dari sebuah pelatihan pengembangan desa. Dari
pelatihan tersebut muncul keinginan untuk merealisasikan dalam bentuk reactor biogas.
Dilatarbelakangi
Survei pada tahun 2008, menunjukkan bahwa hutan disekitar desa argosari semakin
gundul dipakai memasak oleh masyarakat setempat. Sehingga debit air semakin
menurun. Limbah kotoran ternak pun tercecer dimana-mana.
Semua
permaslahan tahun 2008 itu sudah mulai terurai. Dengan adanya teknologi reaktor
biogas tersebut menjadikan masyarak semakin mengurangi ketergantungan terhadap
pohon hutan. Kotoran yang dulunya berceceran sekarang mulai termanfaatkan.
Masyarakat pun diajak oleh selamet untuk mereboisasi hutan yang telah mulai
gundul.
Selametpun
dikenak oleh masyarakat luas dengan keterampilannya tersebut. Desa tempat
tinggalnya dikenal sebagi kampung biogas. Dan selamet pun menjadi perhatian
dunia.
Bulan
juli 2013 kemarin, pak selamet di undang oleh presiden RI SBY ke istana negara,
untuk mendapatkan penghargaan. Dia diberi penghargaan tersebut atas dasar
usahanya mengembangkan biogas tersebut.
Sungeng
juga mendapat sebuah penghormatan bisa didatangi oleh penyurvei dari negara
Iran. Orang -orang Iran tersebut belajar mengenai energi alternatif sebagi
energi pengganti energi dari fosil. Mereka setudi banding untuk mempelajai
energi yang bisa di kembangkan.
EmoticonEmoticon