Aku terkesan dengan sebuah percakapan dengan beberapa teman. Dia menyatakan niatnya untuk mencari Tuhan baru. Aku pun penasaran dengan pernyataannya tersebut.
Dia mengibaratkan mantannya adalah Tuhan. Ketika sedang menjalani asmara dengan si mantan dia rajin ibadah. Dia rajin melakukan shalat tiap waktu. Mantannya menjadi motivasi melakukan ibadah.
Sejak dirinya berpisah dengan sang mantan. Dia berubah menjadi jarang melakukan ibadah. jarang melaksanakan shalat. bisa jadi, sekali dalam setahun melaksanakan shalat, yaitu shalat hari raya.
Perubahan perilakunya itu membuatnya beranggapan. Tuhannya ada pada mantannya. Tuhan yang menyerukan untuk melakukan ibadah. Tuhan yang mengajak melakukan kebaikan. Pada akhirnya Tuhan meninggalkannya. Tuhannya memutuskan hubungan dengannya. Tuhannya lebih memilih orang lain dari pada dirinya.
Setelah sekian tahun dirinya menjomblo. Dia mengutarakan akan mencari Tuhan yang baru. Tuhan yang mengajaknya melakukan ibadah. Tuhan yang mengajak melakukan kebaikan. Tuhan yang mengajarkan tanggung jawab.
Aku tak memiliki pendapat apapun tentang pemikirannya. Aku hanya diam sambil merenung. Ternyata dia tak beribadah sesuai dengan tuntutan agama. Motivasi ibadah adalah untuk mendekatkan diri pada sang pencipta. Disisi lain, Dalam fikirkanku teringat akan sebuah kata. ''menikah akan menyempurnakan agama''. []
EmoticonEmoticon