Mungkin Saiful jamil sudah dikutuk. Dilihat dari beberapa kenyataan yang ada, seperti perceraian, istrinya meninggal, penyanyi bersuara jelek, dan keterlibatannya dalam masalah lainnya. Bahkan pekan ini dirinya jadi sorotan masyarakat dengan tindakan cabulnya.
Masyarakat tak buta dengan segala informasi yang ada. Masyarakat didaerahku beranggapan, kalau Saiful jamil telah dikutuk. Yang namanya dikutuk pasti ada yang mengutuknya. Siapa?? Entahlah!!!
Saya tak tahu. Mengapa artis dengan kutukan ini masih sering dipakai oleh media televisi? Saya termasuk penikmat Dangdut. Tapi saat Saiful jamil berkomentar, saya malas menontonnya.
Tak jarang, ketika saiful jamil bicara diganti chanelnya. Alasan keluarga saya, komentarnya tak berbobot. Ketika disuruh mempraktekkan malah suara kutukannya yang terdengar. Dan pastinya di chanel lain lebih menarik.
Mungkin salah satu kutukannya berasal dari caranya berbicara. Dia berbicara dengan gaya sombong. Padahal omongannya 'tong kosong nyaring bunyinya'. Gaya bicaranya ibarat ketela, 'Empuk tur nyereti' - mudah bicara bikin orang sakit hati-.
Dalam tradisi jawa, ada istilah 'unggah-ungguh'. Adat tatakrama dalam berbicara. Berbicara dengan sopan. Tetapi saiful jamil tak mengindahkan norma itu.
Mungkin akibat kelakuannya, dirinya dikutuk. Orang terdekatnya pun menjadi imbasnya. Istri tercintanya berubah status jadi Mantan (bercerai), Istri meninggal kecelakaan, Teman dekat sering jadi masalah, fans nya dicabuli. Sepertinya keberkahan jarang berpihak padanya.
Kita bisa ambil belajar dari kejadiannya bang ipul ini. Dia contoh prilaku yang jelek. Cara berbicaranya tak sopan. Prilakunya jauh dari norma yang ada.
Untuk kasus hukumnya masyarakat serahkan pada hukum yang berlaku. Kasus pidana harus mengedepankan kebenaran materiil, bukan kebenaran formil.[]
EmoticonEmoticon