Peserta lomba Tartil Al Quran dan Tahfidz Al Quran pada peringatan HUT RI ke 71 di Balai Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi, tanggal 17 Agustus 2016, membeludak. Pasalnya, jumlah peserta yang di prediksikan oleh Zainul, kordinator panitia lomba tartil dan tahfidz hanya sepuluh orang. Akan tetapi kenyataannya, peserta lomba tartil sebanyak 23 peserta dan tahfidz mencapai 27 peserta.
Mereka terdiri dari beberapa tingkatan pendidikan, mulai SMP (Sekolah Menengah Pertama), SD (Sekolah Dasar)/MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan TK (Taman Kanak-kanan). Panitia memberikan syarat peserta dibawah umur 15 tahun.
Banyak para suporter, penonton dan pembina peserta, terpaksa harus berdiri atau duduk di atas motor. Hal ini, disebabkan jumlah kursi yang disediakan panitia tidak cukup untuk mereka.
Membeludaknya peserta ini juga berdampak pada batas waktu penampilan. Batas waktu semula 7 menit dirubah menjadi 4 menit untuk setiap penampilan peserta. Acara Tartil Al Quran dimulai pada jam 18.40 WIB. Lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba tahfidz hingga jam 22.00 WIB.
Lomba tartil dan tahfidz ini lebih diminati dibandingkan dengan lomba puisi dan pidato. Keduanya terlaksana jam 15.30 WIB sore ini. Puisi hanya diikuti oleh 9 peserta dan 5 peserta dari lomba pidato.
Acara pelaksanaan lomba pada hari ini diawali dengan lomba mewarnai pada jam 14.00 WIB. Lomba yang diperuntukan untuk anak-anak tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK.

Banyak kejadian yang tak terduga saat pelaksanaan lomba mewarnai ini. Seperti, peserta lomba menangis saat di tinggal orangtuanya. Antar peserta meminjam krenyu alat mewarnai gambar. Hingga peserta ngambek keluar ruangan pelaksanaan lomba.
Shofi pemandu lomba mewarnai mengingatkan jika kejadian yang demikian itu hal yang biasa. "Namanya saja anak-anak, tidak usah dimarahi. Biarkan mereka berkreasi dengan imajinasinya sendiri" ungkapnya.
Acara ini juga merupakan rangkaian acara yang terlaksana pada hari sebelumnya. Klik disini untuk membaca berita jalan sehat. pada tanggal 16 Agustus 2016 dilaksakan lomba - lomba kecil. Klik disini untuk membaca, "Sumber Sira Ada yang Loncat -Loncat".
Dalam sambutan Syamsuni, ketua panitia pelaksanaan HUT RI menyatakan, "Menang bukan merupakan tujuan. Mau tampil ikut lomba saja itu merupakan suatu prestasi bagi anak. Ini bisa menjadi pendidikan untuk mempersiapkan masa depan anak." []
Mereka terdiri dari beberapa tingkatan pendidikan, mulai SMP (Sekolah Menengah Pertama), SD (Sekolah Dasar)/MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan TK (Taman Kanak-kanan). Panitia memberikan syarat peserta dibawah umur 15 tahun.
Banyak para suporter, penonton dan pembina peserta, terpaksa harus berdiri atau duduk di atas motor. Hal ini, disebabkan jumlah kursi yang disediakan panitia tidak cukup untuk mereka.
Membeludaknya peserta ini juga berdampak pada batas waktu penampilan. Batas waktu semula 7 menit dirubah menjadi 4 menit untuk setiap penampilan peserta. Acara Tartil Al Quran dimulai pada jam 18.40 WIB. Lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba tahfidz hingga jam 22.00 WIB.
Lomba tartil dan tahfidz ini lebih diminati dibandingkan dengan lomba puisi dan pidato. Keduanya terlaksana jam 15.30 WIB sore ini. Puisi hanya diikuti oleh 9 peserta dan 5 peserta dari lomba pidato.
Acara pelaksanaan lomba pada hari ini diawali dengan lomba mewarnai pada jam 14.00 WIB. Lomba yang diperuntukan untuk anak-anak tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK.

Banyak kejadian yang tak terduga saat pelaksanaan lomba mewarnai ini. Seperti, peserta lomba menangis saat di tinggal orangtuanya. Antar peserta meminjam krenyu alat mewarnai gambar. Hingga peserta ngambek keluar ruangan pelaksanaan lomba.
Shofi pemandu lomba mewarnai mengingatkan jika kejadian yang demikian itu hal yang biasa. "Namanya saja anak-anak, tidak usah dimarahi. Biarkan mereka berkreasi dengan imajinasinya sendiri" ungkapnya.
Acara ini juga merupakan rangkaian acara yang terlaksana pada hari sebelumnya. Klik disini untuk membaca berita jalan sehat. pada tanggal 16 Agustus 2016 dilaksakan lomba - lomba kecil. Klik disini untuk membaca, "Sumber Sira Ada yang Loncat -Loncat".
Dalam sambutan Syamsuni, ketua panitia pelaksanaan HUT RI menyatakan, "Menang bukan merupakan tujuan. Mau tampil ikut lomba saja itu merupakan suatu prestasi bagi anak. Ini bisa menjadi pendidikan untuk mempersiapkan masa depan anak." []

EmoticonEmoticon