logo blog

Basah - Dalam - Bibir - Gelap - Desah - Rambut

Hmmm
Dinginnya malam ini membawaku ke dalam selimut.
Selimut ini tak begitu tebal.
Dingin malam pun bisa masuk melalui sela-sela dinding dan selimut ini.

Aku tak tahu cara keluar dari mengkhayalkannu.
Kamu selalu saja hadir dalam khayalku.
Aku tak tahu gerimis yang membuat dedaunan diluar basah.
Mungkin mereka tak beruntung sehingga mereka kedinginan dan basah disana.

Aku tahu ketika mereka basah itu kehidupan bagi mereka.
Mereka... Tumbuhan itu perlu air.
Mereka perlu tanah yang basah untuk menyerap inti bumi.
Menyerap sari-sari bumi.

Aku tak tahu khayalan selalu muncul di bilik kamarku yang gelap.
Kamar yang berantakan.
Kamar yang kotor dengan baju berserakan.
Kamar yang kotor dengan buku2 tua.

Khayalmu selalu muncul.
Aku mencoba menutup mataku.
Tapi khayalmu semakin nyata.
Khayal akan cantiknya wajahmu.
Khayal akan suaramu berbisik di antara telingaku.
Aku tak bisa menghilangkan akan khayal tentangmu.

Khayal yang sangat indah.
Khayal yang cukup membuatku susah tidur.
Detak jantungku berdetak kencan.
Aku mengkhayalkan.
Bisa membelai rambut panjangmu.
Menatap mata indahmu.
Menatap bibir manismu.
Aku hanya berkhayal.
Ini khayal yang Dalam.
Sulit bagiku untuk menghilangkan khayal ini.

Selamat Istirahat Dari Rutinitasmu ����


EmoticonEmoticon