logo blog

Caraku Bersosialisasi

Hidup sendiri itu keras. Hidup jauh dari orangtua, jauh dari keluarga, berusaha mandiri, berusaha mencari arti kehidupan.

Hidup dari warung. Makan, minum dan semua kebutuhan hidup dari warung. Tak seperti hidup dengan keluarga. Ada ibu yang memasakkan untuk kita. Ada ayah yang menasehati kita.

Saya pernah merasakan hidup merantau, 5 tahun di pondok pesantren, 1 tahun di ma'had, 2 tahun di kontrakan dan 1 tahun di kos-kosan. Inilah rantauanku.

Saya mencari kesibukan. Mencari teman, Ikut organisasi. Semua aku lakukan agar tak merasa kesepian. Ya... Hidup sendiri memang gak enak, terasa sepi. Tak seperti hidup di rumah terus bersama keluarga.

Kini waktunya aku hidup dengan keluarga. Aku juga ingin dekat dengan keluarga. Ingin dekat dengan ayah, ibu dan adik. Aku juga ingin dikenal oleh tetangga. Aku tak pernah hidup sendiri. Tetapi aku jauh dari tetangga sekitarku. Aku hampir tak dikenal sama sekali.

Aku bukan orang individualis. Aku hanya bersosialisasi dengan orang-orang di perantauan. Sembilan tahun bukan waktu yang sedikit. 9 tahun waktu yang cukup untuk melupakan seseorang. Aku pun terlupakan. Aku merasa dilupakan oleh masyarakatku, oleh tetangga sekitar rumahku.

Kini waktunya aku mengabdi untuk orangtuaku. Meluangkan waktu ngobrol dengan ayah ibu. Mendengarkan keluh kesahnya. Belajar hidup berkeluarga.

Kini waktuku, keliling desa. Bermasyarakat. Menjalankan aktivitas di sekitar rumah.

Langkah awalku setelah kuliah adalah Install COC. Game ini aku gunakan untuk bersosialisasi. Tujuan awalku kenal dengan orang-orang penghuni clan. Mengenal orang-orang yang berada di clan. Yang pastinya clan yang dibentuk atas dasar kedaerahan.

Kini, aku telah disibukan kembali. Aku tak punya waktu untuk sekedar "say halo" pada chat clan. Aku sudah tersibukan dengan pekerjaanku. Mencari uang, alhamdulilah dapat uang. Tapi kesibukan ini cukup mengurangi sosialisasi diri dengan lingkungan. Sebab pekerjaanku cukup jauh dari rumah.

Untuk menyiasati itu. Aku minta jatah cuti 3 hari kerja, sabtu minggu dan senin. Aku berusaha untuk meyakinkan atasanku, jika 3 hari itu aku gunakan untuk melakukan kegiatan sosial. Aku di ijinkan, tetapi imbasnya. Gajiku lebih sedikit dari teman temanku.

Teman-temanku gajinya cukup besar. Ada yang rutin dapat 1 juta per minggu. Ada yang 2 juta, bahkan ada juga yang sering dapat 4 juta per minggu. Aku harus puas dengan gaji 300, 400, bahkan terkadang kurang. Pernah si dapat 1 juta dalam satu minggu, itupun aku harus nginap di beskem.

Minggu kemarin, waktu evaluasi bulanan, sama bos kecil disuruh nginap aja. Biar dapatnya lebih banyak. Tapi aku tegaskan, aku punya kegiatan lain. Dalam fikiran, itu alibi aku ingin dekat dengan keluargaku, orangtuaku. Kalau bukan sekarang kesempatannya, kapan lagi? saya sudah malas hidup merantau. []
30 oktober 2016


EmoticonEmoticon