logo blog

Anganku Tenggelam

Mata itu nanar.
Wajah itu gelap.
Nafas itu tersenggak.
Liur pun ikut mengental.

Detik demi detik berlalu.
Kata berubah menjadi gerakan.
Tak ada hayalan.
Itu hanya kenangan.

Wajah nya berubah.
Expresinya berubah.
Suara nya berubah.
Tak tahu apalagi yang berubah.

Detak jantungku makin berdebar.
Darahku makin mengalir deras.
Nyaliku menciut.
Anganku mengeras.

Tak ada kata lagi.
Hanya suara nafas tersendat-sendat.
Setiap nafas menggerakkan.
Angan pun masuk dalam hayalan.

Semakin dalam.
Semakin berubah.
Semakin tenggelam.
Semakin tak karuan.

Hayal berubah.
Kenyataan pun keluar.
Tak perlu ada kata.
Khayalpun pintar mengambil sikap.

Itu hanya angan.
Itu hanya khayalan.
Bekas masalalu.
Yang tak pernah padam.

Tak perlu ada korban.
Asal pandai mengambil peran.


EmoticonEmoticon