Sadar atau tak sadar. Mau atau tak mau. Tahu atau tidak tahu. Saya telah melalui 2 alam yang berbeda. Kamu sebagai pembaca tulisan ini pun demikian.
Pertama kita hidup dialam ruh. Sebagai bentuk dari cahaya. Alam kedua dosenku menyebut alam air. Alam ini yang menyatukan antara sari pati tanaman dengan ruh. Orang awam menyebutnya kandungan.
Kita patut bersyukur, saat ini kita hidup di alam yang ke tiga. Yaa alam yang kita tinggali saat ini. Mungkin saat ini anda sedang duduk manis menikmati hp. Mungkin pula sambil tiduran membaca tulisan ini. Yang jelas kita hidup di alam yang ke tiga.
Kita bernafas, menikmati secangkir teh. Menikmati udara sejuk, atau melakukan kegiatan apapun itu. Kita patut menyukurinya. Kita bisa merasakan arti kehidupan di alam ini. Kita patut bersyukur, orang tua kita tak menggugurkan kandungannya.
Sehingga kita bisa lahir. Tampa ada rasa kasih sayang yang didapat dari orang tua kita mungkin kita tak bisa tumbuh dewasa. Pastinya tak bisa menikmati tulisan ini pula.
Eeh... Jangan difikir kita akan kekal abadi di alam ini. Kita akan mati. Kita akan dipisahkan kembali antara jasad yang terbentuk oleh sati pati tanaman dan ruh cahaya tuhan. Jasad akan kembali ke tanah.
Ada seorang teman berfikir dengan otak kirinya berfikir. Ketika kita mati, kita masih bermanfaat sebab kita akan menjadi pupuk. Yang namanya pupuk pasti akan memberikan unsur hara bagi tanaman. Jasad kita bermanfaat, meskipun telah mati.
Tetapi, hal yang tidak kita ketahui mengenai ruh kita. Kalau kita kembali pada pemilik ruh (tuhan), kita beruntung. Tapi kalau ruh kita ditolak oleh tuhan. Kita mau kemana. Mau ketemu tuhan saja enggan. Ada rasa malu, rasa bersalah, merasa berdosa, terus kita mau kemana.
Entah lah, mungkin ruh kita jadi gentayangan. Tak bisa kembali ke jasad yang ada di dalam tanah. Tak bisa kembali pada tuhan yang ada dilangit sana. Mau kemana, pasti bingung mondar-mandir gak jelas.
Mau pulang ke rumah? Jangan harap orang rumah akan welcome. Gak mungkin, malah bisa bisa keluarga kabur semua. Di kira setan atau jin.
Aku sendiri miris dengan orang yang mau-maunya bunuh diri. Dikira, dengan bunuh diri persoalan beres gitu. Tunggu dulu, alam kubur masih panjang buk. Lama loo ada didalam kubur itu. Kok malah memperpendek usia.
Mungkin tulisan ini agak congkak. Ngeselin. Dan blak-blakan. Kalau ada manfaatnya boleh diambil. Kalau bikin ngeselin, jangan dimasukin hati. Ini tulisan diary bukan kitab suci atau skripsi yang pakek, latar belakang, rumusan masalah, metode penulisan atau apalah. Kini tulisan free style. Akhir kata, wallahualam. []
EmoticonEmoticon