logo blog

ham dan demoksari di mall

Kata Pengantar
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah S.W.T yang senantiasa memberikan nikmat dan hidayahnya kepada kita semua. Sholawat dan salam semoga tertujukan pada Nabi Muhammad S.A.W yang telah mengentaskan kita dari kebodohan dengan cahaya agama islam. Kami selaku penyusun laporan mengucapakan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyusun laporan yang didasarkan pada observasi dan dilakukan di MOG pada hari minggu, 13 Desember 2010 yang bertemakan tentang HAM dan Demokarasi di Mall, laporan ini dususun untuk memenuhi tugas akhir semester maya kuliah Civic Education.
Penyusun mengucapakn terima kasih kepada Ibu Jundiani, SH, M.Hum yang senantiasa memberikan selaku Dosen mata kuliah Civic Education yang selalu membimbing kami. Penysun berharap kritik dan saran dari para pembaca untuk meningkatkan kwalitas pengetahuan kami, dalam menyususn sebuah laporan. Karena kami sadar laporan ini banyak terdapat kekurangan.

Malang, 14 Desember 2010
Penyusun

Daftar isi
Kata pengantar…………………………………………………....... i
Daftar isi ………………………………………………….,,,,,. ii
BAB I PENDAHULUAN Gambaran umum …...…………………………………………….... 1
BAB II PEMBAHASAN Penerapan HAM di MOG………………………………….. ………. 3
Penerapan Demokrasi di MOG……..………………………………. 5
Kekurangan yang ada di MOG……………….…………………….. 6
BAB III PENUTUP Kesimpulan ………………………………………………………. 7
Rekomendasi ………………………………………………………. 8
Penutup ………………………………………………………..8
Lampiran kegiatan………………………………….………………...9

BAB I
PENDAHULUAN
Gambaran Umum Mall Olimpic Garden atau biasa disebut dengan MOG terletak di jalan kawi adalah salah satu pusat perbelanjaan yang ada dikota malang, MOG merupakan mall temuda dan terbesar di Malang. MOG menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat mulai dari Diapers baby sampai cicilan rumah, mobil dan alat perabotan rumah tangga tersedia disana, Mall termuda dimalang tersebut didirikan tahun 2008. Pemilik MOG bernama Bpk. Iwan, beliau adalah seorang keturunan tionghoa dan berdomisili di kota Semarang. Di MOG terdapat karyawan, security, Anggota, team leader,team independent, dan supervisor oaring –orang inilah yang senantiasa mengelola dan berpikir untuk memajukan mall olimpic garden. Menurut masyarakat umum, MOG sangat nyaman, selain tersedia berbagai kebutuhan, keamanannya juga sangat terjaga. Terbukti banyak anggota keamanan tempat tersebut yang lalu lalang mengontrol disemua sudut pusat perbelanjaan tersebut. Selain banyak kelebihan yang dipunyai oleh MOG, ada sedikit kekurangan yakni harga yang ditawarkan ditempat ini adalah untuk kalangan individu yang mempunyai penghasilan menengah keatas.
Oleh karena itu para kalangan menengah kebawah kurang bisa menikmati atau berbelanja ditempat ini. Bayangkan saja harga satu buah kemeja mencapai 300 ribu, hal ini hanya bisa dijangkau oleh masyarakat kalangan menengah keatas, meskipun mungkin kalangan menengah kebawah juga bisa membelinya akan tetapi mereka lebih memilih membeli kemeja yang harganya jauh dibawah harga kemeja yang dicontohkan, meskipun dalam segi kwalitas tentunya juga berbeda jauh. Setiap harinya pada hari-hari biasa MOG dikunjujngi kurang lebih 30.000 pengunjung , untuk weekend mencapai angka 50.000 lebih. Oleh karena itu MOG mendapat julukan mall terbesar dikota malang. Selain itu di MOG juga terdapat tempat kursus untuk anak-anak balita, disana para balita diajari untuk mengembangkan system motoriknya.
Oleh karena itulah MOG mendapat Rating tertinggi dimata masyarakat dibanding dengan mall disekitarnya. MOG merupakan sebuah mall baru yang dibangun di kota Malang. Mall ini memiliki konsep baru yang ditawarkan kepada masyarakat yakni mall yang digabungkan dengan sarana olahraga. Yaitu kolam renang, stadion Gajayana, satu lapangan bola luar, lapangan tenis 2 court, lapangan basket, lapangan voli. MOG terdiri dari 4 lantai dan cukup luas. Lantai paling atas yang berdinding kaca. Dari kaca itu terlihat pemandangan ke arah stadion dan lapangan – lapangan yang satu komplek dengan mall ini. adanya hypermarket Giant yang sampai 2 lantai.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penerapan HAM di MOG Sebagai salah satu mall terbesar MOG tentunya mempunyai satu system yang menjunjung nilai tertinggi dari Hak Asasi Manusia. Sebagai contohnya adalah kebebasan para pengunjung dan karyawan untuk melaksanakan ibadah menurut keyakinan masing-masing individu. Selain itu di MOG juga terdapat system keamanan yang bagus sehingga bisa menghindari pelanggaran-pelanggaran HAM yang sering kita jumpai di Masyarakat.
Di Indonesia tak jarang mall yang mempunyai system untuk menjunjung Hak Asasi Manusia, mungkin hanya sebagian kecil saja yang tidak mempunyai system semacam itu. akan tetapi menurut penelitian kami MOG masih mempunyai system kebebasan beribadah yang paling baik dibanding dengan mall yang pernah kita kunjungi. Karena di MOG selain tempat dan fasilitas untuk beribadah sangat baik, disana juga terdapat juru kunci yang menata setiap pengunjung untuk melaksanakan sholat berjamaah.
Jadi setiap pengunjung mempunyai kesempatan sholat berjamaah meskipun disitu jamaah sudah dilakukan. Mungkin mall-mall yang lain hanya tersedia musholla kecil dan peralatan sholat yang sederhana serta tidak ada pengelolaan terhadap sholata berjamaah seperti yang terdapat pada MOG. Oleh karena itu MOG masih mempunyai nama yang baik di mata masyarakat.
Selain dari yang dikemukakan diatas, system yang kedua adalah keamanan dan kenyamanan pengunjung. Disana terdapat banyak securiti dari mall tersebut yang lalu lalang mengontrol keadaan di lingkungan mall tersebut,karena disana juga terdapat salah satu tempat kursusu untuk balita. Oleh karena sampai sekarang belum tercatat ada sebuah masalah yang berhubungan dengan penculikan, pencurian, transaksi narkoba dll.
Selain system keamanannya yang baik, pelayanan yang ditawarkan oleh menegement MOG menarik perhatian para pengunjung seperti halnya, diskon untuk pengunjung, hadiah langsung, keramahan karyawan, serta wahana permainan untuk anak-anak yang mengedepankan keselamatan dari anak-anak itu sendiri. Selain yang dikemukakan diatas masih banyak lagi system-sistem yang berhubungan dengan HAM, menurut mas Lukman Abdullah Suprata mahasiswa UB fakultas kedokteran yang kami wawancarai menurutnya hal–hal yang menyangkut HAM yang terdapat di MOG adalah pemantauan STNK para pengunjung jika memarkir kendaraannya disana, selain itu barang-barang yang disediakan berkualitas, jadi mungkin kita tidak akan menyesal untuk berbelanja disana.
B. Penerapan Demokrasi di MOG.
Penerapan demokrasi yang tergambar pada mall sulit untuk ditemuakan, akan tetapi ada beberapa contoh penerapan yang ditemukan yakni dalam penarikan tarif untuk toilet, di MOG tarif yang dikenakan untuk setiap orang adalah Rp.1000 rupiah, dari uang iuran tersebut pihak MOG menggunakan untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas dari toilet untuk kenyamanan pengujung, seperti halnya di mushollanya MOG adalah untuk membeli Mukenah, karpet atau sajadah, perawatan dari fasilitas musholla tersebut. Karena pada mall-mall besar yang pernah kami kunjungi kurang melihat atau memperhatikan fasilitas-fasilitas untuk beribadah, contohnya di MOG mukenah yang disediakan sangat mencukupi dan juga keadaanya bagus, tempat nya juga bersih, besar dan teratur.
Kalau kebanyakan mall tempat untuk beribdahnya kecil dan mukenahnya juga terbatas. Selain hal-hal diatas yakni kebebasan kita untuk menyampaikan kritik, saran, keluhan dll. Menurut Bpk. Suhermi selaku anggota dari MOG, mengatakan bahwa para customer berhak meyalurkan kritik, saran, keluhan dll. Kepada pihak Management melalui security atau anggota (orang-orang yang lalu lalang berpakaian safari), dari mereka kemudian akan diajukan atau disampaikan kepada team leader untuk dipertibangkan dan jika team leader tidak mampu untuk menanggapi permasalahan tersebut maka permasalahan kan disampaikan ke pada team independent, dan apabila belum bisa menanggapi maka akan dilimpahkan kepada supervisor dan akan dimusyawarahkan untuk mencari titik temu.
C. Kekurangan- kekurangan di MOG Masyarakat umum menilai MOG adalah sebuah mall yang mempunyai kelebihan kan tetapi tidak jarang juga masyarakat yang menilai bahwa MOG mempunyai kekurangan-kekurangan. Contoh kecilnya adalah uang parkir di MOG melebihi standart yakni untuk sepeda Motor saja Rp.1500 padahal terpampang didepan bahwa parkir gratis untuk pelanggan MOG. Selain itu di MOG kurang ada hiburan yang memberikan suasana yang ramai dan semarak. Hanya di salah satu café saja yang menggunakan jasa para penyanyi untuk memberikan sauna ramai dan semarak dari café tersebut. Selain itu menurut salah satu pengunjung kekurangan di MOG adalah belum tersedianya fasilitas bioskop, bursa Hp, laptop, tempat duduk yang banyak jadi apabila para pengunjung merasa lelah setelah berputar-putar disana bisa duduk dengan nyaman dan leluasa. satu hal lagi yang menjadi kekurangan adalah tidak tersedianya kebutuhan untuk kalangan masyarakat menengah kebawah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
MOG adalah salah satu mall yang ada di ada dikota Malang dan pada saat ini sedang menjadi bahan perbincangan di masyarakat umum. Pada umumnya MOG memang terlihat sepeti mall kebanyakan, akan tetapi jika kita meneliti lebih jauh banyak system yang menyangkut HAM serta Demokrasi. Sistem-sistem yang berkaitan dengan HAM adalah kebebasan beribadah untuk karyawan ataupun pengunjung, kebebasan berlibur untuk karyawan serta kenyaman dan keamanan untuk para penunjung pun terjaga.
Sistem-sistem demokrasi yang kami jumpai adalah kebebasan kita untuk mengemukakan kritik, saran, dan keluhan kepada pihak magement dan juga fasilitas yang ditawarkan oleh MOG untuk kenyamanan pengunjung, dimana fasilitas tersebut didapat dari pengunjung juga. Seperti tempat ibadah yang bersih dan lebar, alat sholat yang layak pakai.
Hal-hal ini didapat dari pengunjung yang diwajibkan untuk membayar jasa toilet dari uang tersebutlah yang digunakan untuk perawatan serta pembelian alat-alat tersebut Selain mempunyai kelebihan-kelebihan yang cukup besar di Di MOG juga terdapat sebuah kekurangan tentunya., seperti halnya uang parkir yang besar, tidak adanya bioskop, bursa Hp, Laptop, kurangnya tempat duduk yang disediakan dll.
B. Rekomendasi
a. Pembangunan Bioskop
b. Penurunan Harga dan PPN agar kalangan menengah kebawah juga bisa menjangkau
c. Penurunan tarif parkir
C. Penutup
Penerapan HAM dan Demokrasi Dimall sudah banyak kita jumpai, meskipun ada perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Mungkin mall besar diindonesia ini haruslah mempunyai sistem yang baik dalam asangkut pautnya dengan HAM dan Demokrasi agar tidak ada lagi kejadian-kejadian pelanggaran HAM dan Demokrasi di mall. Demikianlah laporan penerapan HAM dan Demokrasi yang telah kami buat, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Penulis sadar bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan oleh karena itu krirtik dan saran yang bersifat membangun selalu kami harapkan dari pembaca. Harapan kami semoga laporan ini bisa menambah pengetahuan kita dan juga bisa bermanfaat untuk penulis khususny dan untuk para pembaca pada umumnya

1 komentar:

aku pakek makalhnya buat tgas kata kuliahku yaa...


EmoticonEmoticon