logo blog

MAHASISWA PEMILU DAN PILKADA???


YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMILU ?
  1. Memahami esensi dan tata cara pemilu
  2. Mengenal “Siapa” yang di pilih
  3. Menguatkan diri untuk menjadi pemilih yang baik dan bertanggung jawab
      Maka oleh sebab itu, pencerdasan pendidikan politik merupakan  kunci utama menyonsong pemilu yang lebih baik > kontrol keberjalanan pemerintahan agar berjalan dengan baik
Peran Mahasiswa dalam Pemilu
“Membantu dalam pelaksanaan pemilu, mungkin merupakan salah satu manifestasi peran seorang mahasiswa untuk kemajuan bangsa ini”
- Asep Herman Suyanto/UGM;2004-
tiga tipologi mahasiswa.
Ø  Pertama, Mahasiswa Aktivis Parpol, yang telah memiliki pilihan yang jelas, fanatik, dan giat mengajak orang lain untuk memilih parpol yang diusungnya.
Ø  Kedua, Mahasiswa Apatis/Golput yang melihat pemilu tak lebih dari ajang reguler yang digunakan oleh parpol untuk memperoleh kekuasaan tanpa menghasilkan perubahan apa-apa.
Ø  Ketiga, Mahasiswa Biasa yang meletakkan pemilu sebagai ajang akbar politik yang mesti diikuti sebagai warga negara yang baik.
-Huzaifah Hamid/UMM;2009-
¨  Peran Mahasiswa
(1) Melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, meliputi
¨  Hak dan kewajiban sebagai insan akademis dan                 warga negara dalam sistem demokrasi   di            Indonesia
¨  Partisipasi politik dan inisiatif mahasiswa untuk berperan serta dalam menghasilkan karakter pemimpin ideal bangsa
¨  Menjaga independensi dan netralisir kampus
 (2) Melakukan Pemantauan Pemilu
     
      “di gelanggang pertarungan politik 2009 tentunya banyak aktor-aktor yang akan ikut didalam dinamika tersebut, baik sebagai peserta (partai, caleg, capres dan cawapres) maupun panitia (KPU dan Panwas)”
 (3) membantu dan atau menggantikan peran media massa dalam menjalankan fungsinya dengan baik
      “Mahasiswa harus dapat mencerdaskan dan membuat masyarakat kritis dalam menyikapi tindakan (baca: manuver) politis partai, caleg, dan capres, khususnya iklan-iklan politik. Tentunya hal ini membutuhkan usaha yang cukup meletihkan, tetapi hal itu tidak dapat dijadikan alas an untuk kita tidak bertindak. Bukan juga karena kita sedang menempuh studi di bidang yang kurang atau bahkan tidak berhubungan dengan politik, kita tidak peduli dengan “judi nasional” 2009 ini”
 (4) Mencerdaskan diri secara pribadi
      “membuat diri kita sendiri cerdas dengan banyak mencari tahu tentang politik dan pemilu, misalnya banyak mengupdate informasi dan menghadiri seminar atau diskusi tentang politik dan pemilu. Usaha ini dapat dibantu oleh satgas pemilu atau lembaga sejenis yang ada di kampus. Setelah itu, kita harus mencerdaskan orang-orang yang berada di sekitar kita”
      Belakangan ini mahasiswa sering dicibir karena cuma pintar teori tapi miskin aplikasi. Pergaulan yang cendrung eksklusif dan hedonis semakin menguatkan stigma negatif mahasiswa. Oleh karena itu, untuk mengembalikan bargaining position mahasiswa sebagai motor perbaikan bangsa.
                                     


EmoticonEmoticon