Membaca
merupakan kunci dari setiap pendidikan. Dengan membaca kemampuan manusia akan
meningkat. Kemapunan untuk terus mengembangakan diri melalui peningkatan
pengetahuan. Tak mengherankan jika tingkat hasil bacaan seseorang menjadi tolak
ukur tingkat intelektualitas sesorang. Semakin banyak bacaanya semakin tinggi
tingkat intelektualnya begitu pula sebaliknya.
Berjalan
dengan tingginya peran penting dari bacaan seseorang, muncul berbagai metode
membaca. Baik metode membaca cepat, metode
membaca imajinatif, maupun metode lain. Metode-metode tersebuut menjadi hal
yang berguna untuk peningkatan hasil bacaan. Setiap metode memiliki tingkat
efektifitas yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan pembaca.
Membaca
menjadi tidak berarti jika hasil bacaannya terlupkan dan tak dapat di ingat
kembali. Ketika selesai membaca buku, pembaca tidak mendapatkan point penting
yang terkandung didalamnya. Begaimanapun bentuk sebuah metode atau se efekti
apapun sebuah metode bila tidak mendapatkan poin pentingnya maka pekerjaan itu
sia-sia. Dengan kata lain hal yang
paling penting dari sebuah metode belajar membaca, point of view dapat
tersampaikan dengan teknik bicara pembaca secara mandiri (oleh pembaca).
Bila
ditanyakan, dimana titik klimaks metode
membaca? jawabannya titik klimaks dari
proses membaca yaitu ketika hasil bacaan terkuasai. Pembaca mampu mengulas
kembali hasil bacaanya. Hal tersebut memang membutuhkan sebuah kerja keras dan
latihan rutin. Hal tersebut tidak mungkin didapatkan dengan cara-cara yang
instan. Latihan menjadi kunci penting. Latihan-latihan dan latihan.
Siang
ini penulis mendapatkan sebuah cara yang dinggap maksimal dalam peroses
berwacana. Mr Ibe, dosen Reading Text memberikan sebuah tehnik membaca. membaca
dan menuliskan kembali. Penulis memberikan nama sendiri yaitu teknik read for write, membaca intuk menuliskan
kembali pon pentingnya. Jadi teknik ini
mencoba untuk memaksimalkan hasil bacaan ketika selesai membaca. pembaca
membaca penuh hasil bacaannya lalu menuliskan poin terpenting dari hasil
bacaannya. Mr Ibe menggungkapkan ini merupakan teknik membaca paling tinggi.
Ketika
seseorang selesai membaca sebuah naska. Lalu mennuliskan kembali hasil bacaanya
akan meningkatkan tingkat memori dalam otak. Jadi otak terdapat tuntutn untuk
mengolah informasi kembali terhadap tulisan. Proses ini memang membutuhkan
latihan. Akan tetapi krtika metode ini berjalan maksimal maka dapat dipastikan
hasil bacaanya tidak akan terlupakan meskipun dalam kondisi apapun[].