logo blog

Dengan Syukur, Membuka Peluang

Dalam sebuah teori, syukur dibagi menjadi dua. Syukur dengan ucapan dan syukur dengan perbuatan. Syukur sendiri berarti berterimakasih.

Syukur dengan ucapan biasa kita lakukan ketika kita mendapatkan sebuah rizki. Atau penggunaannya ketika kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Perakteknya sudah sangat sering kita lakukan dan sudah banyak orang mengetahuinya. Misalnya, ketika Mendapatkan sebuah nilai yang baik dalam sebuah ujian, "alhamdulilah aku berhasil". Ketika kita diberi sesuatu oleh teman, kita  "makasih yaa" kepada teman kita. Akan tetapi tidak banyak orang memperaktekkan syukur dengan perbuatan.

Syukur dengan perbuatan ini lebih besar dampaknya pada diri kita sendiri. Ketika kita diberi rizki akal, kita menggunakan akal itu dengan sebaik-baiknya, menjaganya, merawatnya, sehingga kita bisa berfikir dengan jernih, kita bisa menjadi cerdas.

Semisal kita diberi nikmat kesempatan, kita memanfaat kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Kita mempergunakan kesempatan itu untuk mendapatkan kesempatan yang lain. Kita memaksimalkan kesempatan yang kita miliki.

Contoh lagi, kita diberi kesempatan untuk belajar bahasa inggris, kita bersyukur dengan memanfaatkan kesempatan belajar itu dengan sebaik-baiknya, sehingga kita mahir dalam berbahasa inggris, kita bisa berbicara bahasa inggris, kita bisa menulis, memahami bhasa ini. Akhirnya kita bisa lebih mudah memahami film dalam bahasa inggris, kita bisa keluar negri dengan bahasa inggris, kita bisa mendapatkan beasiswa dari kemahiran bahasa inggris tersebut.


Setiap syukur itu bisa mendapatkan nikmat yang lain. Kesempatan yang telah kita laksanakan dengan sebaik-baiknya akan menyebabkan datangnya kesempatan yang lebih besar. Kesempatan yang lebih menabjubkan dari kesempatan sebelumnya.


EmoticonEmoticon