Ku tahu aku tak muda lagi. Ku tahu aku tak sepatutnya
tetap berpangku tangan. Tapi aku tak tahu mengapa ini begitu rumit.
Banyak teman sebayaku telah menyadarinya. Ayub sudah bisa
berpenghasilan. Rojul sudah bisa membiayai adiknya. Fiqi sudah bisa menjadi
kepala keluarga yang baik. Subhan sudah bisa kuliah denga hasil keringatnya.
Mereka semua teman sebyaku saat ku kecil.
Tuhan aku iri pada mereka. Teman-temanku sudah bisa hidup
mendiri. Mereka dapat hidup denga jerih payahnya sendiri. Tetapi aku berbeda.
Aku masih saja berpangku tangan pada orangtuaku. Aku masih mengharapkan belas
kasih orang tuaku.
Aku teramat sangat ingin bisa mandiri secara finansial.
Alhamdulillah aku bisa kuliah dengan beasiswa. Tapi beasiswa ini tidak bisa
membuatku mandiri. Tetap saja aku berpangku tangan pada orang tua.
Tuhan aku sudah malu dengan kedewasaanku. Aku malu tetap
berpangku tangan pada kedua orang tuaku. Aku malu pada adik sepupuku yang telah
mampu bekerja sendiri. Padahal adikku ini masih sekolah di SMA, tapi dia sudah
bisa menghasilkan pundi uang.
Aku ingin menuliskan harapanku. Aku ingin bisa mandiri
secara finansial. Aku ingin bisa memiliki uang sendiri. Aku ingin menghasilkan
uang sendiri. Aku ingin bisa benar-benar hidup mandiri. Aku ingin mendapatkan
pekerjaan yang layak. Aku ingin bisa kuliah S2 menggunkan keringatku sendiri.
Aku ingin semua itu menjadi ringan saat menjalaninya.

EmoticonEmoticon