Dalam
sound speaker ditemui kata output dan imput. Istilah ini merupakan istilah yang
bisa dipergunakan untuk dunia pendidikan. Istilah input-output ini bisa
berimpilkasi besar dalam dunia pendidikan. Konsep pendidikan ini merepakan
konsep yang bisa dipergunakan dengan baik.
Input
merupakan istilah masuk. Masuk yang dimaksut dalam sound system yaitu masukknya
kabel dari seatu pleyer tertentu, seperti radio, televisi, dan sebagainya.
Ketika analogi ini dipakai terhadap pendidikan berarti memasukkan ilmu kepada
otak. Baik ilmu bersumber dari membaca, mengamati, atau mendengarkan
penjelasan.
Ketika
sebuah ilmu itu telah masuk dalam otak, biarkan otak yang memperosesnya. Proses
tersebut biar berjalan maksimal maka harus mengeluarkan produk berdasarkan
proses pemikiran. Produk tersebut bisa dikatakan output. Dengan begini
sempurnalah proses dari sebuah sistem tersebut.
Pada
kenyataannya proses yang kedua tidak pernah dilakukan oleh pendidikan kita.
Kita diajarkan untuk input tampa melakukan output. Sehingga semua ilmu yang
telah dipelajari hanya berbentuk angan-angan yang terdapat dalam otaak saja.
ini bentuk kelemahan pendidikan kita.
Coba
ketika setiap ilmu yang telah kita input dalam otak menjadi output yang
bermanfaat. Maka output nya akan jelas. Kemaslahatan pun akan didipat pelajar itu.
Output
yang bisa dilakukan oleh setiap pelajar yaitu mengutarakan ilmu yang telah
masuk melalui beberapa media terapan. Seperti contoh mengutarakannya kembali
dalam bentuk perkataan dan mengutarakan kembali dalam bentuk tulisan.
Dengan
bentuk output yang jelas tersebut (perkataan/ tulisan), seseorang akan
diketahui seberapa pandai orang tersebut. Hal tersebut terbukti dengan sebuah
ungkapan "orang yang pandai adalah orang yang pintar mengambil
kesimpulan".
Pengujian
terhadap output
Kualitas
setuap sesuatu pasti perlu diujikan terlebih dahulu. Seseorang tidak akan
pernah mengetahui ini bagus atau jelek itu berdasarkan uji outputnya. Seandainya
seseorang tidak diuji outputnya bagaimana bisa diketahui kekurangan atau kelebihannya.
Out
tertulis maupun output ungkapan verbal perlu diuji terlebih dahulu. Sebab
output tersebut tidak bisa semerta-merta bisa dikatakan baik. Proses menuju
baiklah yang terkadang susah untuk dilaksankannya. Sesulit apapun proses
tersebut itu yang menjadikan kualitas produknya.
Ketika
produk ilmu tersebut telah ada, maka bersiaplah untuk menghadapi uji kelayakannya.
Uji yang dimaksud adalah keritikan-kritikan dari berbagai pihak. Dengan adanya
kritikan tersebut membuktikan output yang kita keluarkan itu juga difikirkan
oleh orang lain. Secara tidak langsung kita akan mendapatkan input untuk yang
kedua kalinya. Yaitu input berupa kritikan terhadap output yang telah kita
buat.
Input
yang kedua ini terkadang sangat sulit untuk masuk kedalam proses kembali. Ego
kita sering berjalan mencegah masuknya input ini. Tetapi beruntung orang yang
bisa mengerti bahwa "kritik itu mnyakitkan, tapi bisa membangun".
Dengan kritikan-kritikan tersebut memicu keprofesionalan. Sehingga menciptakan
output yang lebih baik kembali.
Kesimpulannya;
Ciptakan
sebuah output saat belajar!. Maka kita akan belajar lebih baik lagi. Ketika output kita baik
maka akan menjadikan orang yang berada di atas kita itu menyegani hasil kita.
Contohnya proses penciptaan nabi adam. Ketika tuhan mau menciptakan adam,
malaikat meragukan yang namanya manusia. Ketika adam tercipta, tuhan meng_input_nya dengan ilmu nama seluruh yang ada didunia. Lalu adam disuruh untuk
menyebutkan nama-nama itu kembali dihadapan para malaikat. Seketika itu
malaikat menghormati adam.
EmoticonEmoticon