logo blog

Metode Belajar Input Output

Dalam sound speaker ditemui kata output dan imput. Istilah ini merupakan istilah yang bisa dipergunakan untuk dunia pendidikan. Istilah input-output ini bisa berimpilkasi besar dalam dunia pendidikan. Konsep pendidikan ini merepakan konsep yang bisa dipergunakan dengan baik.

Input merupakan istilah masuk. Masuk yang dimaksut dalam sound system yaitu masukknya kabel dari seatu pleyer tertentu, seperti radio, televisi, dan sebagainya. Ketika analogi ini dipakai terhadap pendidikan berarti memasukkan ilmu kepada otak. Baik ilmu bersumber dari membaca, mengamati, atau mendengarkan penjelasan.

Ketika sebuah ilmu itu telah masuk dalam otak, biarkan otak yang memperosesnya. Proses tersebut biar berjalan maksimal maka harus mengeluarkan produk berdasarkan proses pemikiran. Produk tersebut bisa dikatakan output. Dengan begini sempurnalah proses dari sebuah sistem tersebut.

Pada kenyataannya proses yang kedua tidak pernah dilakukan oleh pendidikan kita. Kita diajarkan untuk input tampa melakukan output. Sehingga semua ilmu yang telah dipelajari hanya berbentuk angan-angan yang terdapat dalam otaak saja. ini bentuk kelemahan pendidikan kita.

Coba ketika setiap ilmu yang telah kita input dalam otak menjadi output yang bermanfaat. Maka output nya akan jelas. Kemaslahatan pun akan didipat pelajar itu.

Output yang bisa dilakukan oleh setiap pelajar yaitu mengutarakan ilmu yang telah masuk melalui beberapa media terapan. Seperti contoh mengutarakannya kembali dalam bentuk perkataan dan mengutarakan kembali dalam bentuk tulisan.

Dengan bentuk output yang jelas tersebut (perkataan/ tulisan), seseorang akan diketahui seberapa pandai orang tersebut. Hal tersebut terbukti dengan sebuah ungkapan "orang yang pandai adalah orang yang pintar mengambil kesimpulan".

Pengujian terhadap output
Kualitas setuap sesuatu pasti perlu diujikan terlebih dahulu. Seseorang tidak akan pernah mengetahui ini bagus atau jelek itu berdasarkan uji outputnya. Seandainya seseorang tidak diuji outputnya bagaimana bisa diketahui kekurangan atau kelebihannya.

Out tertulis maupun output ungkapan verbal perlu diuji terlebih dahulu. Sebab output tersebut tidak bisa semerta-merta bisa dikatakan baik. Proses menuju baiklah yang terkadang susah untuk dilaksankannya. Sesulit apapun proses tersebut itu yang menjadikan kualitas produknya.

Ketika produk ilmu tersebut telah ada, maka bersiaplah untuk menghadapi uji kelayakannya. Uji yang dimaksud adalah keritikan-kritikan dari berbagai pihak. Dengan adanya kritikan tersebut membuktikan output yang kita keluarkan itu juga difikirkan oleh orang lain. Secara tidak langsung kita akan mendapatkan input untuk yang kedua kalinya. Yaitu input berupa kritikan terhadap output yang telah kita buat.

Input yang kedua ini terkadang sangat sulit untuk masuk kedalam proses kembali. Ego kita sering berjalan mencegah masuknya input ini. Tetapi beruntung orang yang bisa mengerti bahwa "kritik itu mnyakitkan, tapi bisa membangun". Dengan kritikan-kritikan tersebut memicu keprofesionalan. Sehingga menciptakan output yang lebih baik kembali.

Kesimpulannya;

Ciptakan sebuah output saat belajar!. Maka kita akan belajar lebih baik lagi. Ketika output kita baik maka akan menjadikan orang yang berada di atas kita itu menyegani hasil kita. Contohnya proses penciptaan nabi adam. Ketika tuhan mau menciptakan adam, malaikat meragukan yang namanya manusia. Ketika adam tercipta, tuhan meng_input_nya dengan ilmu nama seluruh yang ada didunia. Lalu adam disuruh untuk menyebutkan nama-nama itu kembali dihadapan para malaikat. Seketika itu malaikat menghormati adam.


EmoticonEmoticon