logo blog

Sinopsis film Samin VS Semen

''Acara nonton film Samin VS Semen di Universitas Brawijaya dilarang.'' kabar temanku, Imam. Aku pun terkejut mendengar dilarang nonton bareng tersebut. Aku pun mencari jawaban, mengapa dilarang? apa alasannya? dan itu film apa sih?

Imam pun alasan, ''mungkin terlalu provokatif,''.
''loh,,, itu film apa sih?'' sahutku.
''Itu film dokumenter tentang perjuangan warga Samin menolak dibangunnya pabrik semen'' Jawabnya.

Aku pun bertanya-tànya, 'kenapa dilarang??? sepertinya yang dilarang itu semakin menarik.' dan aku bertanya ''mam, kamu punya filmnya kah?'', dia jawab, ''iya, ada di leptop''.
Dengan seketika itu aku menyodorkan flasdisk, pertanda aku meminta film itu.

---

Dalam vidio Samin VS Semen mendokumentasikan sebuah perjuangan para petani. Para petani menolak untuk dibangunnya pabrik semen, sebab mereka khawatir akan dampak pabrik tersebut. Para pejuang atas hak nya itu mayoritas perempuan.

Aku cukup kagum dengan perjuangan para ibu-ibu petani tersebut. Mereka seakan-akan sadar akan pemikiran kapitalisme. Sehingga, Mereka menolak pembangunan pabrik semen didaerahnya. Suku
samin berjuang melawan kapitalisme yang dilakukan oleh perusahaan semen indonesia.

Salah satu alasan mereka menolak pembelian tanah oleh pabrik semen yaitu: Tanah tak bisa habis selama tak dijual, akan tetapi ketika tanah itu dijual dan menjadi uang. Uang itu akan cepat habis. Mereka beranggapan Tanah pertanian mereka bisa mencukupi kebutuhan hidup. Selain itu tanah mereka merupakan harta kekayaan yang akan diwariskan terhadap anak-cucu. Mereka sadar tanah itu hasil waris nenek moyangnya.  Jadi, mereka menolak menjual tanah kepada pihak pabrik. 

Selain itu terdapat unsur pemaksaan saat pembebasan lahan. Pembeli memaksa para petani untuk menjual tanahnya. Semisal bentuk intimidasinya, ketika tidak dijual, maka akan ditutup jalan yang dilalui. Ada intimidasi bentuk lain pula.

Mereka menegaskan ''Kalau ingin meratakan pembangunan di Indonesia, bagun saja pabrik semen diluar jawa. Pulau jawa sudah padat, Pulau lain masih membutuhkan.'' Aku pikir mereka ada benarnya. Sebab, seakan-akan pembangunan hanya terpusat pada pulau saja dan pulau lain dibiarkan.

Kelemahan dari vidio ini yaitu tidak adanya narasumber dari pihak pabrik semen. Jadi terkesan timpang, dan kurang lengkap. Aku mengharapkan adanya klarifikasi dari pihak pabrik Semen atas kejanggalan ini.

Setelah aku coba searching tentang vidio ini. Ternyata ada banyak kejanggalan. Contohnya: Ada berita yang menyatakan suku samin telah setuju dengan diadakan pembangunan pabrik tersebut. Maka muncul pertanyaan dalam dokumentasi ini Suku samin yang mana? Ada juga yang mengatakan, kalau vidio ini hanya dibuat2. Aku tak tahu secara pasti. Selain itu ada juga pemberitaan dari pihak Universitas Brawijaya mengenai pelarangan pemutaran film dokumenter. Dan itu cukup logis.

Akan tetapi, film ini termasuk film yang berkualitas. Bisa digunakan untuk bahan diskusi:Feminisme, Diskusi lingkungan, diskusi jurnalistik, dan diskusi perjuangan. Vidio ini juga sebagai kompetitor film panjang Fast And Feriose 7 dan The Avenger yang sedang naik daun.[]


EmoticonEmoticon