logo blog

Lebih Baik Jadi Buruh Dari Pada Menganggur


Tanggal 1 Mei (hari buruh) menjadi salah satu agenda tahunan bagi kaum buruh. Hari buruh internasional ini pun menjadi tinta merah di kalender. Bercak merah itu berarti hari libur nasional di kalender nasional Indonesia.

Hari buruh tahun lalu dirayakan dengan banyaknya buruh turun kejalan. Mereka melakukan aksi masa menuntut kesejahteraan para buruh. Sebagian diantara mereka menyampaikan orasinya. Sebagaian yang lain ikut teriak-teriak.

Demo buruh tanggal 1 Mei seakan-akan menjadi budaya tahunan. Tiap tahun serikat buruh atau organisasi buruh melakukan gerakan turun ke jalan. Jika dipikir-pikir tuntutannya hampir sama. Kesejahteraan, Penghapusan sistem kerja yang tak mereka sukai, dan sebagainya.

Tahun ini sepertinya ada perbedaan. Ada sebagai perkumpulan para buruh melakukan pertunjukan budaya. Acara budaya show tanggal 1 Mei merupakan hal yang tak pernah ada sebelumnya. Saya sendiri masih menantikan informasi lengkap mengenai pertunjukan budaya oleh buruh.

Hal berbeda pada tahun ini juga, perserikatan wartawan juga ikut ambil bagian. Seperti Aliansi Jurnalis Independen/ AJI, juga turut serta turun kejalan. Mereka beranggapan wartawan merupakan buruh yang terlupakan. Banyak buruh tinta yang dibelenggu hati nuraninya oleh perusahaan pers.

Bagi saya tanggal 1 Mei 2015 ini cukup menyakitkan. Setatus mahasiswa tahun lalu ada sudah ditanggalkan. Setatus sarjana sudah berada di ekor nama lengkapku. Tapi yang menyediakan adalah setatus sarjana yang tak kunjung dapat kerja. Keadaan ini membuatku risau.

Kenyataan mengatakan bahwa buruh merupakan seorang pekerjaan, dengan pekerjaannya dia mendapat hasil gaji tertentu. Seorang pekerjaan tentu berbeda-beda besaran gaji yang didapatkan antara pekerja satu dengan pekerjaan lainnya.

Sedangkan perbandingan yang saya angkat adalah pengangguran. Pengangguran merupakan setatus seseorang sedang tidak bekerja. Orang yang sedang mencari kerja juga termasuk didalamnya. Tidak bekerja berarti tidak mendapatkan upah.

Itulah mengapa, setatus buruh setingkat di atas setatus pengangguran. Seharusnya orang yang berstatus sebagai buruh mensyukuri setatusnya. Terlepas dari berbagai permasalahan dari setatusnya tersebut. []


EmoticonEmoticon