Beberapa hari kemarin masyarakat indonesia tersedot perhatiannya pada kasus eksekusi terpidana kasus Narkoba. Tak tanggung-tanggung beberapa terpidana tersebut dieksekusi serentak dengan jumlah lebih dari seorang. Yang paling teraktir, delapan orang di eksekusi mati di Nusakambangan. Saya pikir inilah bentuk keseriusan pemerintah dalam menanggulangi penyebaran narkoba secara ilegal.
Tindakan pemerintah tersebut menuai banyak reaksi pro dan kontra masyarakat. Sebagian masyarakat membela para terpidana. Mereka mengharapkan eksekusi mati diurungkan. Mereka membawa poster dan sepanduk untuk menggagalkan eksekusi itu. Mereka mereka juga membuat gerakan-gerakan lain berupa sosialisi dikedua masa. Dengan harapan, Eksekusi itu diurungkan.
Salah satunya dengan alasan yang mereka lakukan adalah hukum mati itu tak manusiawi. Pidana mati terhadap gembong narkoba menyalahi Hak Asasi Manusia. Karena hak untuk hidup merupakan hak dasar setiap manusia.
Disisi lain, Masyarakat yang pro eksekusi tersebut merasa pilu terhadap gerakan itu. Mereka beranggapan, bagaimana bisa gembong narkoba dibela? mereka telah melakukan sesuatu yang membahayakan generasi muda. Sebab, Narkoba sangat berbahaya bagi generasi muda. Bahkan banyak generasi muda mati overdosis benda haram ini. Masyarakat beranggapan, Bagaimana bisa seorang bersalah dibela?
Masyarakat sudah mengetahui dampak negatif dari dari Narkoba. Bahkan mereka yang membela kaum bersalah itu juga telah mengetahuinya. Mereka tak mungkin tidak mengetahui dampak dari narkoba. Apalagi saat ini teknologi informasi berkembang seperti ini. Sosialisi dampak Narkoba sering diselenggarakan di media-media. Masyarakat paham betul, Narkoba mengancam kehidupan generasi penerus bangsa yang sedang memiliki rasa ingin tahu tinggi.
Masyarakat yang pro pemerintah juga beranggapan, Apakah mereka tahu rasanya salah satu keluarganya sebagai pecandu narkoba? Suami mereka misalnya menjadi pecandu. Bagaimana rasa takut yang menghantui sang istri? Bagaimana rasa takut menghantui sang ibu saat anak-anaknya mengetahui kejadian itu? dilain hal, Berapa biaya yang akan dihabiskan untuk memenuhi keinginan untuk pecandu tersebut.
Saya sendiri memilih pro hukum yang berlaku. Eksekusi terpidana mati jangan sampai terhenti hanya gara-gara gerakan mereka. Keputusan hukum harus dihormati. Ketika keputusan kemarin terhenti, maka terhenti pula kepercayaan masyarakat pada ketegasan hukum Indonesia. ][
EmoticonEmoticon