Awal bertemu dengan Masruri terlihat banyak masalah kahidupan. Pantaslah ketika dia memiliki tunggakan pada bank. Dia memiliki hutang hampir memasuki kredit macet. Saya kesana pun dalam rangka menagih bulanannya yang belum terbayarkan.
Saya terkesan pada sosok Masruri. Dirinya bisa membesarkan anak-anaknya dengan beternak bebek. Mulai dari menetaskan telur, Menjual Cod bebek, Membesarkan benih bebek, Hingga membuat tempat penetasan telur.
Saya analisa dari keadaan ekonominya. Dirinya tak mungkin memiliki tunggakan gara-gara keadaan ekonomi keluarga. Setelah saya telusuri dirinya mengalami masa-masa sulit tahun ini.
Dirinya habis terkena penyakit yang tak bisa dideteksi oleh ilmu medis. Teman kerjaku, Wahyu menyebutnya habis terkena santet. Saya sendiri ingin mengetahui kebenarannya secara langsung. Bagaimana sosok tegas ini terkena santet. Dalam teorinya santet akan masuk pada sosok yang memiliki masalah hubungan sosial. Semisal habis melakukan kesalahan tertentu pada orang lain.
Awalnya Masruri menutupi penyebab dirinya sakit. Dia hanya bilang mungkin ada orang yang sedang iri pada dirinya. Dia menceritakan kisah kesuksesannya. Hingga dirinya bisa membeli dua sepeda motor V-ixion Dan Beat secara kontan.
Akhirnya Masruri menceritakan kisah yang sebenarnya. Dirinya terkena penyakit magis dilatarbelakangi oleh pertengkaran dengan sanak saudara yang sekaligus tetangganya. Saya pikir pertengkaran antara Masruri dan saudaranya menjadi alasan paling logis atas penyakitnya tersebut.
Selama dirinya sakit, ratusan bebek hilang entah kemana. Prediksinya ada orang yang mencuri ternaknya. Dirinya pun kehilangan indukan dan tak bisa memutar roda perekonomiannya.
Dia pernah berkata. ''Saat ini saya belajar untuk bersabar, dan berusaha bangkit dari keterpurukan.''[]
EmoticonEmoticon