logo blog

Tantangan Seorang Account Officer

Menjadi bagian dari Bank umum atau BPR kadang harus berfikir dua kali. Terlebih ketika memegang jabatan Account Officer. Jabatan terdepan dalam perkembangan bank terlebih menyangkut omset dan penghasilan. Pekerjaan inilah yang saat ini menjadi tumpuan kehidupan saat ini.

Dalam waktu training Account Officer selama 3 bulan, sebulan ini saja sudah bisa mengetahui bagaimana rumitnya permasalahan bank. Dalam satu kantor kas terdapat sekitar 4 orang AO. Tiga Kantor kas memiliki kantor induk yang bernama kantor cabang. Diatas kantor cabang terdapat kantor pusat. Kantor pusat BPR saya terdapat di kota malang dengan wilayah kerja seluas malang raya.

Setiap AO memiliki portofolio atau kumpulan nama yang menjadi tanggungjawabnya. Saat minggu kedua saya diberikan pilihan untuk memiliki portofolio dari nol atau melanjutkan portofolio. Saya memilih untuk melanjutkan portofolio AO terdahulu.

Buat saya, portofolio pelimpahan akan menjadi alat pembelajaran untuk meningkatkan pendapatan. Serta akan berdampak terhadap profesionalitas. Pelimpahan berarti membangun ulang sebuah rumah yang telah rusak. Sedangkan portofolio nol berarti membangun rumah dari awal.

Tantangan saat ini, saya menemukan banyak sekali penyimpanan oleh AO terdahulu atas kredit nasabah. Jika ditotal akan bernominal puluhan juta. Semua ini akibat kesalahan yang dilakukan oleh AO terdahulu.

Ketika ditelaah dari segi hukumnya, dengan semua masalah ini, AO tersebut bisa saja dipenjarakan atas perlakuannya ini. Kesalahan AO terdahulu bisa dibawa ke Hukum Pidana maupun Hukum Perdata. Tetapi atas nama teman, saya mengurungkan pelaporan penyelewengan wewenang AO. Terlebih portofolionya akan saya pegang.

Account Officer memiliki banyak tantangan dilapangan. Tantangan kerja, tantangan menghadapi nasabah bermasalah, tantangan menghadapi tekanan atasan dan ditambah dengan tantangan memperbaiki portofolio rusak. []


EmoticonEmoticon