Dulu, saya menganggap jika pertanyaan "kapan menikah?" merupakan pertanyaan tak etis. Anggap itu muncul disebabkan adanya pemahaman, masalah privat itu untuk individu. Bukan merupakan pertanyaan umum. Menikahpun merupakan permasalahan privasi yang sangat individual.
Sekarang, pertanyaan semacam itu sudah biasa. Saya sendiri sering ditanyakan hal demikian. Anggapan tak etis berubah menjadi anggapan 'memang sudah waktunya'. Melihat umur sudah berkepala 2, banyak teman telah menikah. Baik teman laki-laki atau perempuan.
Saat ini pun, saya bukan hanya ingin menikah. Saya juga memiliki keinginan berdikari, membangun keluarga, memiliki keturunan.[]
EmoticonEmoticon