logo blog

Belajar dari kegagalan

Setiap kegagalan selalu ada hal yang dipelajari.
Kegagalan bisa mengajarkan keberhasilan.
Kegagalanku menjalani asmara untuk kesekian kalinya.
Akan menjadi perubahan besar dalam diriku.

Aku sadar aku tak mampu merubah orang lain.
Tapi aku masih bisa merubah diri sendiri.
Aku akan banyak merubah diri sendiri.

Gagal?
Mungkin bukan gagal kata yang tepat.
Tapi proses untuk menjadi tangguh.

Bayi ketika belajar berjalan.
Dia akan mengalami beberapa kegagalan.
Saat akan berdiri, si bayi jatuh.
Jatuhnya pun bukan sekali dua kali.
Tapi berkali - kali.

Ketika seorang bayi berhenti berusaha berjalan.
Maka, mungkin semua manusia merangkak tak ada yang berjalan.

Kegagalan ini mengajarkan aku banyak hal=
Aku bukan pribadi yang penyabar.
Bersabar ketika seorang yang kita sukai sedang bergelut dengan aktivitasnya.
Aku malah mempermalukannya di depan forumnya.

Setiap orang punya gelombang.
Ini hal magis yang aku pelajari.
Gelombang yang aku maksud disini.
Kita memiliki gelombang.
Pasangan kita pun memiliki gelombang itu.
Kita samakan frekwensinya.
Jadi kita bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh pasangan kita.

Hal yang aku rasa setelah menyamakan gelombang.
Aku bisa merasakan beberapa bagian tubuh bergetar ketika pasangan kita mengirim pesan/BBM/Wa.
Kita lebih canggih dari pada HP.
Mungkin ini yang namanya telepati.
Aku memutuskan frekwensi antara saya dan pasangan saya setelah pasangan saya tak memberikan respon terhadap saya.

Dengan dekat dengan cewek ini, mengantarkan saya pada suatu tingkatan manusia yang berbeda.
Saya sudah tak mau mengejar wanita lagi.
Cinta bukan sebuah pengejaran.
Saya mempelajari kemampuan otak kanan.
Mempelajari


EmoticonEmoticon