Tiba-tiba aku bangun ditengah hutan, berada diantara pepohonan. Mentari tak begitu cerah. Entah mendung, waktu pagi atau saat petang.
Perasaanku tak enak seperti berada pada situasi yang sangat horor. Ada suara jeritan dari kejauhan. Aku pun sembunyi dibalik gowa yang sangat sempit.
Tiba-tiba bumi bergetar. Suara sesosok mahluk yang sedang mencakar tanah. Mahluk itu tak tampak tubuhnya. Aku pun takut melihatnya. Meskipun aku penasaran untuk melihatnya. Aku juga mendengar suara hembusan nafasnya sangat kuat.
Mahluk itu mencakar-cakar tepat berada diatasku. Dia seakan-akan berusaha untuk menangkapku. Aku merasa sangat ketakutan. Jantungku berdebar kencan. Aku berusaha diam. Berusaha untuk tak mengeluarkan suara apapun. Ketika tanah diatasku mulai retak. Aku pun berusaha untuk menggeserkan tubuhku.
Beberapa saat kemudian. Mahluk itu tiba-tiba berhenti mencakar-cakar tanah atap gowa ku bersembunyi. Aku pun mencoba keluar.
Yang ku temui sesosok mahluk terbang dengan kedua sayapnya. Sayapnya mirip sekali dengan sayap kelelawar. Mahluk itu berkaki empat. Dengan cakar sangat panjang. Kira-kira cakarnya sepanjang penganku.
Seluruh tumbuhnya dari kepala sampai ekor dipenuhi sisik. Di atas Kepalanya terdapat dua tanduk. Tanduknya mirip sekali dengan tanduk rusa dengan dua cabang. Giginya taring semua, mirip sekali dengan buaya.
Dalam hatiku mungkin ini yang namanya naga. Dengan ketakutan aku aku berlari dengan kencang. Sekencang-kencang. Mahluk itu mengikutiku terbang dibelakangku. Aku terus berlari. Hingga aku terjatuh. Kakiku tersandung suatu benda. Ku lihat ternyata sebuah telur seukuran bola basket. Telur itu pun retak akibat kakiku.
Aku tengok ke belakang, mahluk itu tak ada. Karena kelelahan. Aku pun istirahat. Aku menenggak sebagian putih telur diantara retakan. Yang jelas untuk menghilangkan lapar dan dahaga. Aku sangat yakin sekali kalau telur itu telur sang naga.
Aku terus berjalan. Hingga aku menemukan sebuah telur yang lain. Telur itu sangat mirip dengan telur yang pertama. Bedanya telur pertama retak. Aku pun membawa telur itu. Dan Ku simpan di tasku.
Aku pun meneruskan perjalanan. Hingga langkahku semakin kencang. Setelah melihat naga yang mengejarku. Dia semakin dekat. Semakin dekat... Dan....
Akupun terbangun. Ternyata semua itu mimpi. Aku berusaha untuk tidur kembali. Tatapi aku tak bisa meneruskan mimpi itu.
Mimpi yang sangat keren. ^_^
EmoticonEmoticon