Bukankah kita bisa melihat pemuka agama mampu menggerakkan setiap kepentingan? Siapa yang bisa menguasai agama, dia juga bisa menguasai segalanya. Harta, tahta dan wanita.
Kita bisa lihat pola permodalan dari sosok pemegang amanah agama. Siapa yang punya kemampuan agama lebih, dia bisa menjadi orang kaya didaerahnya. Harta memang bukan segalanya. Tetapi dengan agama, tokohnya bisa menjadi sosok hartawan. Kita lihat saja, pemuka agama tak ada yang miskin. Pemuka agama yang bergelar kyai selalu saja berharta.
Perlu saya ulang, siapa yang menguasai agama, dia akan menguasai segalanya. Harta, Tahta dan Wanita.
Pemikiran perselingkuhan agama dengan politik, sepertinya perlu dipahami kembali. Dimana setiap agama berjalan bersandingan dengan politik. Bukankah kita kenal sosok wali songo yang bergelar Raden. Gelar Raden sendiri merupakan gelar kebangsawanan kerajaan jawa. Biasaya delar ini disematkan pada nama anak raja.
Bagi penulis, kasus demo 4/11 dipicu ketidak pahaman Ahok dalam menggunakan ayat. Dia tak mampu menggunakan ayat Al maidah 51 sebagai bingkai politiknya.
Kita pun sadar potensi islam mayoritas menjadi potensi tersendiri dalam politik demokratis. Politik yang pemenang pemilunya berdasarkan suara mayoritas. Dengan mendapatkan banyak suara dari kaum beragama islam akan memuluskan politik nya kedepan.
Mungkin prediksi Ahok meleset, kesalahan secuil dalam berbicara bisa saja menjadi kegaduhan besar. Tuntutan penistaan dari Ahok pun berdatangan. Hingga akhirnya langkah politik nya harus terkendala. Dirinya harus menjadi gubernur non aktif akibat proses pemeriksaat pihak kepolisian.
Bagi penulis, Tampak congkak sekali ketika penjelasan Al maidah itu datang tampa didasarkan pengetahuan tentang tafsirnya. Apalagi notabene dirinya nonmuslim.
Penulis sangat yakin sekali, ketika Ahok bisa menyampaikan dengan seksama didasarkan pengetahuan yang cukup terhadap Islam. Itu bisa memuluskan langkah politik nya kedepan. Kita telah tahu jika agama selalu saja berselingkuh dengan politik. Sekali lagi, Siapa yang menguasai agama, dia bisa menguasai segalanya, Termasuk politik.
EmoticonEmoticon