logo blog

'Akhir' Dari Negara Indonesia

Beberapa menit yang lalu, saya tak sengaja membaca berita tentang persiapan jokowi menghadapi demo yang akan datang. Dalam berita itu diterangkan jokowi menyuruh TNI siap perang ketika ada demo masyarakat islam jilid III. Sebab beberapa umat islam masih belum puas dengan kinerja jokowi. Dan belum menemukan titik temu dari Demo jilid II (4/11).

Setelah membaca berita tersebut, saya tak sengaja mengingat teori- teori politik. Di antaranya "divide the impera" artinya politik adu domba. Saya mempelajari teori ini ketika saya duduk di kelas 6 SD pada mata pelajaran sejarah. Guru saya menceritakan tentang kerajaan-kerajan yang ada di nusantara. Pihak asing melakukan politik ini untuk menjatuhkan kerajaan-kerajaan yang ada di nusantara.

Akibatnya terjadi peperangan antar kerajaan. Hingga akhirnya kerajaan terakhir dan kerajaan terkuat dikalahkan oleh pihak asing dalam perpolitikan.

Setelah membaca berita tentang pernyataan jokowi tersebut saya menjadi khawatir terhadap adanya perang. Sebab di beberapa perang terjadi disebabkan konflik internal. Saya membayangkan jika ini terjadi maka akan ada perang antara masyarakat islam dan pemerintah.

Tak dapat dipungkiri, masyarakat islam di indonesia ini mayoritas. Politik demokrasi saat ini menggunakan suara terbanyak atau mayoritas. Beberapa tokoh islam tidak menyukai adanya pemimpin non muslim. Buktinya ada beberapa organisasi yang menaungi konsep ini. Diantaranya konsep khilafah oleh HTI.

Ketika saya kelas 11 MA, saya mempelajari teori konflik pada mata pelajaran sosiologi. Dalam teori konflik ada dua jenis konflik yaitu konflik internal dan konflik eksternal. Kedua jenis konflik ini memiliki dampak. Konflik internal memicu perpecahan dalam tubuh organisasi sosial. Akan tetapi konflik eksternal akan berdampak sebaliknya. Kondisi konflik eksternal berakibat merekatnya hubungan dalam tubuh organisasi sosial.

Saya analisis dikehidupan nyata memang terjadi. Contoh kecil di kampus. Di kampus saya terdapat beberapa organisasi di antaranya PMII, HMI, IMM, HTI, dll. Yang paling mencolok adalah konflik antara PMII dan HMI. Mereka hampir setiap tahun melakukan pertengkaran terlebih ketika momen pemira atau pemilu raya. Dua organisasi ini saling berebut kursi BEM  (Badan Eksekutif Mahasiswa) atau akhir ini dirubah menjadi DeMa (dewan Eksekutif Mahasiswa).

Akan tetapi mereka bersatu pada momen- momen tertentu. Seperti demo kenaikan SPP. Mereka menjadi satu barisan melawan pihak birokrasi ksmpus.

Okelah... Itu penerapan teori konflik pada tingkatan kampus. Kita kembali ke tingkatan negara. Saya menghawatirkan adanya perang di Indonesia. Saya akan kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari. Karena takut ada peluru nyasar. Minum kopi dan makan aja bakalan kesulitan.

Pada pemerintahan SBY konflik yang saya temui adalah konflik eksternal. Maksudnya konflik yang terjadi bukan terjadi di tubuh negara sendiri tetapi melawan negara-negara asing. Mungkin kita sering mendengar berita konflik diperbatasan antara negara indonesia dan negara malaysia. Kita pernah berebut pulau perbatasan. Kita pernah menenggelamkan kapal-kapal asing yang masuk indonesia. Bukan hanya dengan malaysia kita konflik. Kita juga pernah konflik dengan Australia. Disebabkan pihak intelejent australia menyadap pembicaran telfon Ani yudoyono.

Sekarang kita berdamai dengan negara tetangga. Tetapi pada pemerintahan jokowi konflik eksternal yang saya temui. Saat ini, Kita jarang konflik dengan negara tetangga. Akibatnya konflik kita berubah menjadi konflik internal. Kita yang ada di Indonesia bertengkar sesama orang indonesia sendiri. Ini keadaan yang mengkhawatirkan. Jika ada pertempuran antara TNI RI yang berpihak pada pemerintahan jokowi dan orang muslim yang berpihak pada..... Maka akan terjadi perpecahan besar-besaran.

Jika TNI kuat mampu mengalahkan kaum muslim, Indonesia akan tetap ada. Akan tetapi ketika kaum muslim mengalahkan pihak TNI, maka Indonesia runtuh. Pemerintahan Indonesia kocar-kacir. Kekosongan kekuasaan dan Indonesia akan berakhir.

Aaacchh... Itu cuma hayalanku. Aku ingin perdamaian. Dengan hidup damai saya bisa makan enak, minum ensk, kerja enak, saya merasa nyaman tampa perlu takut apa pun. ONEpeace 🙌🙌 Salam damai 🙋🙋[]


EmoticonEmoticon