logo blog

Reaksiku Ketika Mendengar KH. Ja'faris Sodiq meninggal

Sebuah siaran di tv tetap terdengar. Aku tak benar" tertidur. Dalam acara tv itu terdengan bacaan tahlil dan istighfar. Aku sulit menggerakkan badan beranjak dari tempat tidur.

Tiba-tiba ibuku berbicara, "dereh faris mati, dereh faris mati" aku kaget. "Gus Faris mati buk?" aku tanya terkaget-kaget. "Iyo, iku wong-wong seng ngomonng". Seketika itu aku buka HP. Jam menunjukkan jam 15:06. Ada sebuah pesan group BBM bertuliskan. "Gus Faris meninggal rek!"
Aku pun PM sama temen yang memberikan kabar tersebut. Aku tanya lokasi saat kyai Faris saat ini. Dia menjawab, beliau ada di rumahnya.

Aku pun bangun dan mandi. Aku bingung harus melakukan apa. Selepas mandi, aku menceritakan pada ibu dan bapak. Tentang pengalamanku saat akan melakukan istikharah. Jawaban dari istikharah tersebut, disuruh menemui KH. Ja'faris shodiq.

Setelah selesai bercerita sedikit tentang beliau. Ibu mengambil beras dan berangkat ta'ziyah. Bapak pergi pun pergi. Tinggal aku sendiri dirumah.

Aku spontan mengambil pulpen dan buku diary. Dalam fikiranku, aku hanya ingat beberapa pesan yang beliau sampaikan secara empat mata. Aku tak mau kehilangan momen, untuk mengabadikan pesan-pesan beliau secara langsung kepadaku.

Beberapa kali, saya dan beliau melakukan diskusi tentang kehidupan, tentang moralitas, tentang beberapa perkembangan masyarakat terkini. Aku baru menyelesaikan tiga paragraf, tiba-tiba adik sepupu datang kerumah, untuk mengajakku ta'ziyah.

Kemain (19/02), aku berusaha untuk tegar. Aku seakan-akan tak menganggap beliau meninggal. Sebab aku tahu, seseorang yang mati sahit, sesungguhnya dia tidak mati. Dia tetap ada, dan tetap membimbing para murid-muridnya.

Tetapi hari ini, aku benar-benar merasa kehilangan. Aku teramat sangat sedih. Aku membayangkan saat-saat beliau menasehatiku. Aku tak mampu mengingat saat beliau dibungkus kain kafan. Ketika akan dikebumikan.

Semoga amal ibadahnya diterima oleh tuhan. Semoga beliau tergolong orang-orang soleh. Semoga beliau diampuni dosa-dosanya. Semoga saya bisa tabah, semoga bisa menjalankan semua nasehat-nasehat beliau. Aamiin... []


EmoticonEmoticon