logo blog

Jangan Jadi Cewek Murahan!!!

Pagi ini (3/3) sangat cerah, selesai shalat Subuh, Aku terduduk santai di ruang depan. Asap mengepul dari mulutku, sesegera hilang tertiup angin pagi. Di meja tersedia secangkir kopi hitam, ku nikmati secara berlahan.

---------baca juga: Calon Bidadari Surgaku------------
Ilustrasi By Google

 "Noul, beli rokonya," suara keluar dari depan rumahku. Suara seorang teman sebayaku. Ibuku memang punya toko kebutuhan sehari-hari, termasuk jualan rokok. Ibu mendengar suara itu bergegas. Aku pun tak jadi beranjak dari tempat dudukku. 

 Setelah mendapatkan sebungkus rokok. Rojul duduk dalam satu meja denganku. Seperti biasa, kita sering berbincang banyak hal. Rojul itu teman sebaya, teman ngaji, teman bermain ketika kecil. Aku kira itu cukup menjadi petunjuk kedekatan kita.

 Aku berfikir, pembicaraan kita perlu diabadikan dalam bentuk tulisan. Bagiku ini menarik dan aku tak mau melupakan pembicaraan kita. Si Rojul, Sekitar 4 bulan yang lalu dia meksanakan Ijab-qobul pernikahan. 

 Pernikahanya tak dirayakan dengan megah. Padahal dia termasuk golongan orang menengah dalam segi ekonomi. Pernikahannya bahkan tak banyak orang yang tahu. Dia menikah dengan Leli, sosok perempuan yang memiliki satu nenek moyang  denganku. Banyak orang mengatakan, Aku termasuk pamannya Leli. 

 Terbesit dalam fikiran, aku ingin tahu mahar pernikahannya. Aku yang penasaran, tak sungkan menanyakan hal itu pada Rojul. "Maharmu berapa jul?" "Oooh hoho,,, maharku tak bisa dibeli" sambil tertawa pede. 

 "Lah maharmu apa jul?" desakku. "Maharku Kitab Al-quran" diam sejenak. Dia pun menceritakan kisahnya. 


 ...aku=rojul.... 


 "Saya pernah tanya sama Leli, 'Lel mau mahar apa?', dia jawab 'gak tahu, gak pernah mikir itu' saya pun bilang ke Leli,
Ilustrasi By Google

 'Lel... Saya pengen memberikan mahar yang tak memiliki fitnah didalamnya. kalau saya kasih mahar 100 ribu, masyarakat akan menganggap itu terlalu murah, kalau saya kasih mahar 1 juta, masyarakat akan menganggap terlalu mahal. Mahar dengan uang sering kali menimbulkan fitnah' "Kalau maharmu berbentuk itu, Kamu tuh tergolok cewek matre. Kamu Murahan" 

 Leli pun menjawab, 'ya sudah, saya minta mahar sebuah Al-quran dengan sampul warna putih mulus,' 

saya pun menjawab, 'yaudah gak apa apa, aku akan nyari itu'. Ternyata mencari Al-quran putih mulus sulit, gak ada di toko buku dan kitab. Malahan, yang banyak Al-quran berwarna perak. 

Saya sudah nyari kemana-mana gak ada. Saya bilang aja ke Leli gitu. Si Leli pun bilang, 'Al-quran yang sampulnya warna emas saja deh'. 

Saya langsung tanya, 'loh kok berubah?' Leli menjawab, 'Warna emas itu menunjukkan kehormatan dan kemulyaan Al-quran'. Waktu ijab - Qobul pun saya ditanya sama sang mudin. 

'Maksud Maharnya Al-quran ini apa? Membaca kah?' Saya jawab aja, 'yaa Al-quran nya' beh kalau bacanya, seharian Ijab-Qobulnya. Untung yaa nul, istri ku cuma minta Alquran aja, gak minta Al-quran sama bimbingannya. Kalau sama bimbingannya, saya dosa terus ini. Dikit - dikit dosa. selain itu, Bimbingannya gak akan pernah selesai.


............


 Bagiku perlu digaris bawahi, sebuah kata.  "Kalau maharmu berbentuk itu, Kamu tuh tergolok cewek matre. Kamu Murahan". Kata itu bagiku, -Jangan jadi cewek Murahan- Ini perinsip unik yang jarang aku temukan dilingkunganku. Rata-rata masyarakat menggunakan mahar misil berubah uang. []

Baca juga:
Reaksiku Ketika Mendengar KH. Ja'faris Sodiq meninggal
Andai Aku Bisa Kuliah


EmoticonEmoticon