Asap rokok memenuhi ruang sidang SC (24/maret). Ruangan menjadi berwarna putih. Dengan udara semakin panas. Peserta audiensi pemira mulai emosi, setelah ketua KPU ijin keluar ruangan.
awalnya, Audiensi dilaksanakan paska adanya laporan oleh pihak independen kepada Panwaslu. Pasalnya ada indikasi pencemaran nama baik oleh calon independen terhadap DeMa tahun lalu. tim sukses calon independen mengatakan ''ketika dirinya terpilih, dia akan menghidupkan kembali dema yang telah mati suri''
dengan adanya laporan tersebut, pihak independen dikenai sanksi tidak bisa melakukan kampanye dialogis. sanksi tersebut ditetapkan berdasarkan sidang yang dilakukan oleh panwaslu pada tanggal 16. Dengan mendatangkan saksi-saksi pelapor.
dalam ruang audiensi tersebut mempertanyakan, ''apa dasar hukum dilakukannya sidang oleh pihak panwaslu''. saat diterangkan oleh ketua KPU, dasar hukumnya ada pada hasil musyawarah mahasiswa (Musma). Dan ketua KPU tidak membawa draf hasil Musma, dia ijin meninggalkan ruangan untuk ngeprint draft Musma.
Saat ketua KPU meninggalkan ruang, maka para peserta audiensi melakukan diskusi. Dengan mempertanyakan legalitas hasil tersebut.
Saat peserta mempertanyakan hal tersebut tiba-tiba, ada seseorang yang menggebrak meja. lalu dibalas dengan lemparan kursi. Peserta pun panik, sebagian ada yang membalas lempar dengan kursi, hingga dua kubu saling melempar. Hingga percekcokan itu sampai ke keluar ruang.
Diluar gedung, terlihat beberapa orang dikeroyok, dipukul- di injak. Tak sedikit dari korban pengeroyokan mengalami pendarahan di beberapa bagian tubuhnya.
Kejadian itu tidak berakhir begitu saja, beberapa jam kemudian, dalam sc kembali ramai. Teman korban yang berdarah komplain, temannya dipukuli hingga berdarah. Tak jarang terdengar suara pintu kantor Sema dan Dema di tendang, dan dipukul. mereka menuntut keadilan atas apa yang terjadi pada teman2nya.
sesekali terdengar suara jeritan ''Mana PMII?, Mana PMII?'' dengan suara lantang, bernada marah.
Kemahasiswaan pun datang mencoba melerai. Menghentikan perusakan dan mencoba mendengarkan keluhkan para peserta. hampir semua orang mengerumuni mujaid kumkelo. mereka marah-mahar ''dari tadi kemana saja, teman saya terluka parah, dan baru datang dengan membawa satpam, polisi, tni, dll.
mujaid kumkelo berusaha meredam amarah para peserta yang marah. tetapi dia tidak bisa berbicara, ketika akan berbicara disahut dengan perkataan para peserta lainnya.

EmoticonEmoticon