Mendiskusikan ilmu jurnalistik sering kali topik pembicaraan mengenai objective. Begitu pula diskusi siang tadi (11/04/15) yang diadakan oleh KBMB (Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi) UIN Malang. Topik ini masih seksi untuk dibincangkan ketika membicarakan ilmu jurnalistik.
Dalam analisis framing (bingkai berita), suatu berita bisa dianalisis dengan dua pendekatan teori. Yaitu teori positivisme dan teori konstruksi sosial. Kedua pendekatan ini memahami karya jurnalis secara berlawanan.
Teori Positivisme memiliki pandangan. Suatu berita itu harus objective, apa yang terjadi itu yang diberitakan. Tampa ada nilai yang terbawa masuk dalam karya. Sehingga sebuah opini dalam karya jurnalis adalah dilarang.
Sedangkan teori Konstruksi sosial memiliki pemikiran bahwa karya jurnalis itu tak mungkin bisa objective. Sebab proses pembuatan akan terpengaruhi oleh nilai yang dimiliki jurnalis. Nilai kebaikan yang dimiliki seperti nilai etika, estetika dan norma yang dianut. Saat akan membuat berita, jurnalis juga dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan pers yang memiliki kepentingan. Dengan demikian, teori ini memiliki pandangan suatu karya jurnalis itu subjektif, ada nilai yang disampaikan dan mempengaruhi opini publik.
Dengan demikian, pemikiran teori konstruksi Sosial memilih untuk memihak kesadaran nurani. Memihak kaum termarginalkan. Memihak kaum yang terpinggirkan. Menggunakan pendekatan feminisme atau pendekatan lainnya. []
EmoticonEmoticon