logo blog

Bagaimana cara menghitung nikmat tuhan?

Kemarin sore (12/11) di kelas saya, saya mengeluarkan sebatang rokok. Saya menaruhnya di mulut, saya bakar dan saya hisap. Kemudian saya bertanya "bagaimana cara kalian menghitung nikmat tuhan?"

Teman- teman di kelas hanya diam memperhatikan saya. Lalu saya bilang "coba perhatikan saya!" saya kembali mendekatkan rokok tadi ke mulut saya. Saya hisap lalu saya hembuskan asap rokok yang telah masuk dalam mulut saya. Seseorang lalu bicara, "dengan cara menghitung berapa menit waktu asap masuk dalam mulut"

Saya arahkan telunjuk saya pada yang lain. " dengan cara menghitung berapa rokok yang terbakar" yang lain tertawa. "Bisa jadi, menurut kamu" ucap saya seraya menunjuk yang lain. "Gak tahu" jawabnya.

Ini jawaban yang saya ingin kan. "Tidak tahu". Dalam kitab yang saya baca. Kita mahluk hidup tak bisa menghitung nikmat tuhan yang bisa kita rasakannya. Malah sering lupa untuk bersyukur. Lalu saya terangkan contoh yang lain. Berapa banyak butir beras yang kita makan dalam sehari? Mungkin seribu. Mungkin satu juta. Tapi yang jelas bisa dihitunh pakai timbangan.

Berapa kalori yang kita butuhkan dalam sekali makan? Berapa banyak liter air yang kita minum dalam sehari? Berapa banyak oksigen yang kita hirup? Kita gak bisa menjawabnya secara ekplisit.

Selain itu kita juga tak bisa menghitung nikmat tuhan yang melekat pada tubuh kita. Kenapa hitung menghadap ke bawah? Kenapa ada jantung cuma satu? Kenpa kaki dua? Kenapa rambut dikepala lebih cepat tumbuh jika dibandinhkan bulu hidung? Semua yang ada di tubuh coba tanyakan.

Kita tak selalu bisa menjawabnya. Kalau kita tak bisa menjawabnya bagaimana cara kita mensyukurui nikmat tuhan. Bagaimana cara kita menghitung nikmat tuhan. Yang jelas kita tak bisa menghitung nikmat tuhan yang kita rasakan. Hampir semuanya adalah nikmat. []


EmoticonEmoticon