Bagi seorang laki-laki, wanita itu ada dua jenis. Wanita yang cuma mampir di hati, dan wanita yang tinggal dalam hati. Jika anda menyukai seorang wanita dan dia hanya tinggal sementara. Berarti dia hanya numpang lewat dalam hati.
Saya sendiri sering sakit hati. Bahasa anak jaman sekarang Galau akibat memikirkan wanita. Ditinggal menikah oleh mantan pernah, cinta bertepuk sebelah tangan pernah. Bagiku semua wanita yang ada didalam hidupku saat ini hanya mampir dalam hati.
Pertanyaannya, kenapa bisa galau? Menurut pengalamanku sendiri... Kadang keinginan kita melebihi kenyataan yang ada. Semisal ketika menyukai seseorang, dan orang itu juga menyukai kita. Kita memiliki keinginan berumah tangga. Boro-boro berumah tangga, kenak masalah dikit aja ngambeknya keterlaluan. Penempatan keinginan yang tak sesuai prediksi itulah yang menjadikan kita galau.
Ada satu kamus hubungan hati yang perlu diingat. Kamus ini berdasarkan pengalaman berteman dengan banyak wanita. Sakit hati dan penyesalan juga menyertainya. Kamus itu, pertama: tak ada hubungan cinta yang benar" abadi, pasti ada suatu saat dimana dua insan yang saling mencintai harus berpisah. Perpisahan itu mutlak adanya, terlebih perpisahan yang diakibatkan maut.
Kedua, hubungan antara dua insan yang saling mencitai harus didasarkan pada taqwa. Melakukan perintah tuhan dan menjauhi larangannya. Bukan kah dalam suatu hubungan terbentuk atas dasar kesamaan visi? Didalam suatu hubungan pasti ada pembagian hak dan kewajiban. Jika salah satu timpang robohlah pondasi dasar hubungan.
Ketiga, jodoh itu tuhan yang mengatur. Jika jauh dari jodoh mungkin kita tak mau diatur tuhan. Jodoh itu sudah terbentuk, terkadang kita tak sadar dengan jodoh yang ada didepan mata kita sendiri. Semisal kita berjodoh dengan teman sendiri.
Keempat, jodoh itu kita yang tentukan. Bukan kah banyak wanita di dunia ini? Berapa banyak laki-laki di bumi? Ibarat sebuah meja besar dengan berbagai macam janis makan. Kita punya pilihan. Mau pilih yang mana.. Yang jauh.. Atau Yang dekat dengan meja makan.. Atau malah kita enggan mengambilnya..
Sekarang dengan mengetahui kamus tersebut, pertanyaanya kenapa saya masih lajang? Cukup geli pertanyaan ini. Saya pun tak bisa menjawabnya. Biarkan waktu menjawabnya, saya hanya mengikuti prosesnya. []
EmoticonEmoticon