Mungkin aku egois.
Tapi kamu juga punya pilihan.
Mungkin aku ingin memiliki mu.
Tapi kamu dihadapkan dengan kenyataan.
Cukup sudah.
Aku sudah lelah.
Aku tak bisa mengelak.
Kamu sudah cinta mati dengannya.
Aku tak bisa berbuat apapun dengan egoku.
Egoisme untuk memiliki mu.
Kenyataannya kamu sudah cinta mati.
Aku pun tak akan bisa manghilangkan itu.
Di sini aku diam.
Tak bisa berbuat apa-apa.
Cinta ini sudah berubah menjadi ego.
Aku tak akan bisa mengendalikannya.
Itu jalanmu.
Ini jalanku.
Aku suka kamu.
Bukan berarti kita akan bersatu.
Semua berjalan di atas takdir.
Takdir kita berbeda.
Jika egoku terpenuhi.
Hubungan kita bukan berdasarkan cinta.
Ini realita.
Kita akan terpisah.
Kalau bukan saat ini.
Akan datang saat itu.
Aku tahu kamu suka padanya.
Ikuti saja itu!!
Indonesia ini kecil.
Kamu bisa ikut dengan nya ke pulau sebrang.
Cinta itu membara.
Egoku terbakar.
Bagai api membakar kertas.
Cerita kita akan selesai.
Bidadari syurgaku belum ku temukan.
Kamu bukan calon bidadari syurgaku.
Aku hanya diam.
Menunggu waktu itu tiba.
Entah kapan datang nya.
Tekateki pemilik takdir.
Waktu nya menutup lembaran tentangmu.
Saatnya memulai lembaran baru.
Siapa tahu akan bertemu.
Kenal.
Dengan seorang wanita.
Calon bidadari.
Dengan membuka lemaran baru []
EmoticonEmoticon